
Beritatandas.id – Anggota MPR RI Syaiful Huda mendorong masyarakat untuk semakin memahami dan menerapkan nilai-nilai kebangsaan dalam menghadapi berbagai perubahan sosial dan tantangan global. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI Tahap VI yang digelar di Kabupaten Purwakarta pada Senin, 14 September 2026.
Menurut Syaiful Huda, pemahaman terhadap empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara tidak cukup berhenti pada aspek pengetahuan. Nilai-nilai tersebut perlu diterjemahkan dalam sikap dan perilaku masyarakat, termasuk dalam kehidupan sosial maupun dalam proses penyelenggaraan pemerintahan.
Ia menilai Pancasila memiliki posisi penting sebagai pedoman dalam menentukan arah kehidupan berbangsa. Di tengah perkembangan global dan perubahan sosial yang berlangsung cepat, nilai-nilai Pancasila dinilai tetap relevan sebagai pijakan dalam menjaga identitas serta kepentingan nasional.
“Pancasila harus hadir bukan hanya sebagai dasar negara, tetapi juga sebagai pedoman dalam mengambil sikap dan menentukan arah kebijakan di tengah perubahan zaman,” kata Syaiful Huda.
Menurutnya Pancasila sebagai ideologi yang berupaya menjaga keseimbangan antara kebebasan individu dan kepentingan bersama.
Selain aspek ideologi, pembahasan juga mencakup pemahaman mengenai sistem ketatanegaraan Indonesia. Materi yang disampaikan antara lain berkaitan dengan hierarki peraturan perundang-undangan, struktur pemerintahan, serta tugas dan kewenangan berbagai lembaga negara.
Syaiful Huda mengatakan pemahaman terhadap konstitusi dan sistem ketatanegaraan menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran warga negara. Masyarakat yang memahami hak, kewajiban, serta mekanisme penyelenggaraan negara diharapkan dapat berpartisipasi secara lebih aktif dalam kehidupan demokrasi.
“Kesadaran konstitusional penting agar masyarakat tidak hanya menjadi objek kebijakan, tetapi juga memahami ruang partisipasinya sebagai warga negara,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Syaiful Huda turut mengaitkan penguatan nilai kebangsaan dengan pelaksanaan agenda prioritas pemerintahan melalui Asta Cita. Ia menekankan pentingnya penguatan ideologi Pancasila, demokrasi, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia sebagai bagian dari upaya membangun kehidupan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan Sosialisasi 4 Pilar, ia berharap pemahaman mengenai nilai-nilai kebangsaan dapat terus diperkuat di tengah masyarakat. Pengetahuan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi materi dalam forum sosialisasi, tetapi juga diwujudkan melalui kehidupan sehari-hari.
“Ukuran keberhasilan sosialisasi 4 Pilar bukan sekadar seberapa banyak materi yang dipahami, melainkan sejauh mana nilai-nilai kebangsaan itu dapat diterapkan dalam kehidupan masyarakat,” pungkasnya.***