
Tasikmalaya — Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PKB, Lillah Sahrul Mubarok, menggelar kegiatan Sapa Warga dalam bentuk festival berbasis budaya dengan mengusung tema “Mieling Budaya, Mupusti Alam”.
Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi antara wakil rakyat dengan masyarakat sekaligus mendorong pelestarian budaya lokal dan kepedulian terhadap lingkungan. Melalui pendekatan budaya, masyarakat diajak untuk kembali mengenali nilai-nilai tradisi yang diwariskan para leluhur serta menjaga kelestarian alam sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat.
Lillah mengatakan, budaya memiliki peran penting dalam membangun karakter masyarakat, khususnya generasi muda. Menurutnya, pelestarian budaya tidak cukup hanya dilakukan melalui kegiatan seremonial, tetapi perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Mieling budaya berarti kita mengingat dan menghargai warisan budaya yang telah diwariskan oleh para leluhur. Sementara mupusti alam mengandung pesan agar kita menjaga, merawat dan melestarikan lingkungan. Keduanya harus berjalan beriringan,” ujar Lillah.
Ia menambahkan, festival berbasis budaya juga dapat menjadi sarana memperkenalkan berbagai potensi lokal kepada generasi muda. Dengan demikian, budaya tidak hanya menjadi bagian dari masa lalu, tetapi dapat terus hidup dan berkembang mengikuti zaman.
Menurut Lillah, keterlibatan masyarakat, komunitas budaya, serta generasi muda menjadi kunci dalam menjaga keberlangsungan tradisi lokal. Karena itu, kegiatan Sapa Warga diharapkan tidak hanya menjadi ajang pertemuan, tetapi juga ruang dialog untuk menyerap aspirasi masyarakat.
“Budaya dan lingkungan adalah identitas sekaligus aset yang harus kita jaga bersama. Jangan sampai generasi berikutnya hanya mengenal budaya dari cerita, tetapi tidak lagi melihat dan merasakannya dalam kehidupan mereka,” katanya.
Melalui kegiatan tersebut, Lillah berharap semangat “Mieling Budaya, Mupusti Alam” dapat menjadi gerakan bersama untuk memperkuat kecintaan terhadap budaya daerah sekaligus membangun kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Ia juga mendorong agar kegiatan-kegiatan berbasis budaya dapat terus dikembangkan secara kreatif sehingga mampu menarik minat generasi muda dan memberikan dampak positif bagi masyarakat maupun potensi ekonomi lokal.***