
Bandung, beritatandas.id — Di tengah derasnya kritik, kecurigaan, bahkan kebencian publik terhadap institusi penegak hukum, sebuah momen berbeda lahir dari halaman Mapolda Jawa Barat. Irjen. Pol. Dr. Rudi Setiawan, memimpin langsung upacara kenaikan pangkat luar biasa (KPLB) yang mengubah perjalanan panjang seorang polisi perempuan Eti Haryati, dari AKBP menjadi Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol).pada Senin (4/5/2026)
Eti Haryati bukan nama yang lahir dari sensasi. Ia tumbuh dari lorong panjang pengabdian sejak lulus sebagai Bintara pada 1987 sebuah titik awal yang bagi banyak orang mungkin dianggap “biasa saja”. Namun waktu membuktikan, yang biasa bisa menjadi luar biasa ketika dijalani dengan konsistensi, integritas, dan keberanian melampaui batas tugas.
Menurut Hendra Rochmawan, keputusan kenaikan pangkat ini bukan hadiah instan. Ia lahir dari proses panjang, hasil sidang Dewan Penghargaan yang dipimpin Adi Vivid A. B. pada Februari 2026. Rekam jejak Eti dinilai “sangat istimewa” sebuah label yang tidak mudah disematkan di institusi yang keras dan penuh tuntutan seperti Polri.
Di balik pangkat barunya, tersimpan deretan kontribusi nyata. Dari keberhasilan menyukseskan program 100.000 rumah hingga meraih PIN Emas Kapolri, hingga kiprah sebagai ahli keamanan dan keselamatan lalu lintas (Kamsel), serta pemegang sertifikasi profesional Andalalin dari Kemenhub RI dan asesor dari BNSP.
Di tengah stereotip dan cibiran terhadap aparat, Eti memilih menjawab dengan kerja. Saat sebagian orang sibuk meragukan, ia sibuk membuktikan. Saat kepercayaan publik goyah, ia hadir sebagai pengingat bahwa pengabdian sejati tidak selalu berisik tapi berdampak.
Ia bukan hanya polisi. Ia juga pendidik, komunikator, bahkan inspirator. Dari pelatihan safety driving hingga menjadi narasumber di kampus dan media, jejaknya menembus batas institusi, menyentuh masyarakat luas.
Dalam pernyataannya, Kabid Humas Polda Jabar Hendra Rochmawan menegaskan bahwa keputusan ini tidak lahir dari ruang kosong.
“Ini bukan penghargaan biasa. Ini hasil dari proses panjang dan penilaian objektif. Berdasarkan sidang Dewan Penghargaan yang dipimpin oleh Adi Vivid A. B., kami melihat rekam jejak yang sangat istimewa dari beliau,” tegasnya.
Lebih jauh, Hendra bahkan menyampaikan kalimat yang kini ramai diperbincangkan, “Prestasi beliau bukan sesaat, tapi akumulasi kerja keras bertahun-tahun. Ini bentuk nyata bahwa dedikasi tidak akan dikhianati.” tandasnya, pada Senin (4/5/2026)
Saat ditemui usai pelantikan, Eti Haryati tidak banyak bicara. Namun satu kalimatnya cukup mengguncang, “Saya hanya menjalankan tugas dengan hati. Kalau hari ini diapresiasi, itu bonus. Yang penting, saya tidak mengkhianati amanah.” singkatnya.***