Home Ekbis Bisnis Jam Operasional Kafe dan Restoran di Purwakarta Dibatasi

Jam Operasional Kafe dan Restoran di Purwakarta Dibatasi

beritatandas.id, PURWAKARTA – Pemerintah Kabupaten Purwakarta ancam tutup kafe atau restoran yang beroperasi hingga melebihi batas jam operasional di masa pandemi ini, yakni pukul 22.00 WIB.

Pemda bersama Gugus Tugas Covid-18 mengumpulkan sejumlah pengelola kafe dan restoran yang ada di Purwakarta untuk mensosialisasikan aturan ini sekaligus memperingatkan sanksi jika mereka melanggar.

Sekretaris Daerah Purwakarta, Iyus Permana menyampaikan pihaknya menindaklanjuti adanya kasus yang didapatkan di salah satu kafe yang jam operasionalnya melebihi batas yang ditentukan, sehingga pihaknya tak ingin kasus tersebut terulang kembali di masa-masa Pembatasan Pemberlakuan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro.

“Mulai minggu depan kami akan tindak tegas bagi pengelola kafe dan restoran yang tak patuhi protokol kesehatan serta PPKM. Sanksinya juga bukan sekedar teguran atau denda tapi bisa sampai kami tutup,” ujarnya, Selasa (16/2/2021) di Taman Maya Datar, Pemda Purwakarta.

Iyus menjelaskan penutupan kafe atau restoran hingga pukul 22.00 WIB dengan rincian menerima pengunjung sampai dengan pukul 20.00 WIB, sedangkan pukul 20.00 sampai 22.00 WIB take away.

Sebelumnya, Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Purwakarta, juga telah menggelar rapat evaluasi terkait penanganan pandemi di wilayah tersebut. Dalam rapat itu, juga dibahas soal pelaksanaan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri nomor 3 tahun 2021.

Menurut Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika, jika mengacu Instruksi Mendagri wilayahnya tidak termasuk kabupaten/kota yang menerapkan PPKM Mikro. Meski begitu, PPKM mikro atau PSBB Proporsional akan dibelakukan di beberapa titik di wilayahnya.

“Sebetulnya, PPMK mikro sesuai anjuran Mendagri itu sudah kita laksanakan sejak 9 Februari kemarin. Hal itu juga, merujuk pada surat edaran Gubernur Jawa Barat yang telah kita terima,” ujar Ambu Anne.

Ia menjelaskan, sesuai dengan hasil evaluasi gugus tugas pusat melalui provinsi hingga ke tingkat kabupaten, wilayahnya masih berstatus zona orange atau dengan level kewaspadaan sedang. Dia berharap, status kewaspadaan ini bisa turun menjadi zona kuning atau setidaknya bisa dipertahankan di zona orange. Maka dari itu, kata Anne, perlu kerjasama dan ikhtiar dari semua pihak.

 

 

Redaksi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read

Pelaku Pengeroyokan Kepala Sekolah Hingga Tewas Berhasil Diringkus Polisi

beritatandas.id, PURWAKARTA - Satuan Reserse Kiriminal (Satreskrim) Polres Purwakarta berhasil mengamankan enam orang pelaku dari delapan orang pelaku yang melakukan pengeroyokan yang berakibat tewasnya...

Aksi Maling Terekam CCTV, Gondol Kabur Burung dan Sangkarnya

beritatandas.id, PURWAKARTA - Aksi nekat maling terekam kamera CCTV di Kabupaten Purwakarta. Tak tanggung-tanggung, burung beserta sangkarnya menjadi sasaran pelaku. Menurut informasi yang berhasil di himpun,...

Bank BJB Purwakarta Luncurkan Transaksi Digital Pada UMKM

beritatandas.id, PURWAKARTA - Bank BJB Purwakarta Lounching implementasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) pada merchant UMKM dan ekonomi Grab di Purwakarta di gelar...

Kebijakan Mutasi Kepala Sekolah, H. Nasir Sebut Hal Itu Tidak akan Efektif

beritatandas.id, BANDUNG – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Komisi I H. Nasir angkat bicara terkait kebijakan mutasi kepala sekolah tingkat SMA dan sederajat...

Johan J Anwari Apresiasi Pembangunan Gedung ODGJ

beritatandas.di, BANDUNG - Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat melakukan rapat kerja dengan dinas sosial provinsi Jawa Barat. Kali ini membahas kesiapaan dan ketersediaan...