Lapas Purwakarta Kerap Dilakukan Razia

beritatandas.id, PURWAKARTA – Kurang dari dua bulan menjabat sebagai Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Purwakarta, Sopiana sudah lima kali melakukan razia dadakan pada kamar Warga Binaan Pemasyarakaan (WBP), guna memastikan tidak ada benda-benda yang dilarang dan tidak sesuai dengan aturan.

Sopiana mengatakan, pihaknya saat ini tengah melakukan bersih-bersih, seperti beberapa hari lalu melakukan penggeledahan ke kamar-kamar WBP untuk memastikan tak ada barang terlarang yang masuk.

“Pemeriksaan, pengawasan, dan penggeledahan ini kami lakukan secara rutin dan insidentil sebagai deteksi dini gangguan keamanan ketertiban dan mencegah peredaran narkoba di dalam lapas,” ucap Sopiana, pada Selasa (9/3/2021).

Dalam razia yang digelar sebanyak 5 kali itu, sambung dia, tidak ditemukan narkoba. Namun, petugas menemukan barang terlarang yang dimiliki warga binaan. Mulai dari 58 handphone, 20 pisau cutter, 10 Sepiker aktif, 57 Headshet, 83 Charger handphone, 18 Mejikom, 10 Tabung gas, 3 Kompor gas, 1 Setrika, 1 Mesin blender, 12 Ikat pinggang, 46 Sendok besi, 36 kabel rakitan listrik dan 2 Flashdisk.

“Ini adalah bentuk keseriusan kami dalam memerangi narkoba. Adapun jika ditemukan WBP maupun petugas yang terlibat, tentu akan kami berikan sanksi tegas,” ucap Sopiana.

Menurutnya, razia yang dilaksanakan merupakan kegiatan rutin secara berkala sekurang-kurangnya dua minggu sekali. Dengan razia rutin ini diharapkan semua barang-barang terlarang tidak ada lagi di dalam Lapas.

“Razia ini merupakan salah satu langkah untuk menertibkan Lapas Kelas IIB Purwakarta dari adanya barang larangan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban di dalam Lapas. Oleh karena itu sangat penting untuk secara konsisten melaksanakan kegiatan razia sehingga potensi gangguan keamanan dan ketertiban dapat ditekan,” paparnya.

Sopiana menegaskan, penggeledahan yang dilakukan jajarannya itu dengan tetap menghormati hak asasi Warga Binaan Pemasyarakaan (WBP) karena targetnya untuk menemukan handphone, narkoba, dan barang-barang terlarang tanpa harus menimbulkan kegaduhan.

Sopiana menyebut razia ini sejalan dengan perintah harian Direktur Jendral Pemasyarakatan yang menginginkan seluruh petugas pemasyarakatan menjunjung tinggi integritas sebagai aparatur negara.

“Yaitu ASN yang bersih dan bebas dari segala bentuk penyalahgunaan narkoba dan berperan aktif melakukan pencegahan peredaran narkoba,” tegasnya.

 

Redaksi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here