Asep Syamsudin Hadiri FGD IAILM Suryalaya, Dorong Penguatan Kaderisasi Mubaligh TQN dan Peningkatan Kualitas Pendidikan

Tasikmalaya – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Asep Syamsudin menghadiri kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni IAILM Suryalaya bersama Pengurus LDTQN Suryalaya se-Provinsi Jawa Barat dalam rangka Penguatan Kaderisasi Mubaligh TQN Suryalaya. Kegiatan tersebut berlangsung di Tasikmalaya, Senin (22/6/2026).

FGD ini menjadi forum strategis untuk memperkuat peran para mubaligh dalam menjaga dan mengembangkan ajaran Tarekat Qodiriyah Naqsyabandiyah (TQN) Suryalaya, sekaligus membahas berbagai upaya peningkatan kualitas pendidikan di lingkungan Institut Agama Islam Latifah Mubarokiyah (IAILM) Suryalaya.

Dalam sambutannya, Asep Syamsudin menegaskan bahwa salah satu ukuran keberhasilan pemerintah daerah dapat dilihat dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Menurutnya, terdapat tiga faktor utama yang menjadi penopang IPM, yakni kesehatan, pendidikan, dan ekonomi.

“Keberhasilan pembangunan daerah salah satunya dapat dilihat dari Indeks Pembangunan Manusia. Ada tiga faktor utama yang menjadi indikatornya, yaitu kesehatan, pendidikan, dan ekonomi. Ketiganya harus berjalan seimbang agar kualitas hidup masyarakat terus meningkat,” ujar Asep Syamsudin.

Ia menjelaskan bahwa pada indikator pendidikan, FGD tersebut berhasil membahas berbagai evaluasi terkait penjaringan calon mahasiswa di Institut Agama Islam Latifah Mubarokiyah Suryalaya. Beragam masukan disampaikan oleh peserta, mulai dari evaluasi sarana dan prasarana kampus, kondisi gedung dan bangunan, strategi promosi kampus, hingga berbagai aspek lain yang dinilai perlu ditingkatkan untuk menarik minat calon mahasiswa.

“Kami banyak menerima masukan dari peserta FGD, mulai dari evaluasi gedung bangunan, promosi kampus, hingga berbagai hal lainnya yang berkaitan dengan pengembangan IAILM Suryalaya. Ini menjadi bahan yang sangat berharga untuk perbaikan dan kemajuan kampus ke depan,” katanya.

Menurut Asep, penguatan sektor pendidikan memiliki peran penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Oleh karena itu, hasil-hasil diskusi yang muncul dalam FGD diharapkan dapat ditindaklanjuti secara konkret oleh seluruh pihak terkait.

“Semoga hasil dari FGD ini dapat melahirkan berbagai gagasan dan langkah strategis yang mampu menciptakan hal-hal baik untuk membantu pembangunan manusia, khususnya melalui indikator pendidikan sebagai bagian penting dari pembangunan daerah,” tuturnya.

Selain membahas penguatan pendidikan, kegiatan FGD juga menghasilkan sejumlah rekomendasi terkait kaderisasi mubaligh TQN Suryalaya agar mampu menjawab tantangan dakwah di era modern. Para peserta yang terdiri dari alumni IAILM Suryalaya dan pengurus LDTQN se-Jawa Barat sepakat bahwa kaderisasi harus dilakukan secara berkelanjutan untuk menjaga eksistensi dan kebermanfaatan dakwah TQN Suryalaya di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir rumusan dan langkah konkret dalam meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus mencetak kader-kader mubaligh yang kompeten, berintegritas, dan mampu berkontribusi dalam pembangunan manusia di Jawa Barat.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rekomendasi Berita Terkait
Sekwil DKW Panji Bangsa Jawa Barat, Lillah Sahrul Mubarok Ucapkan Selamat Harlah Pertama Panji Bangsa

Sekwil DKW Panji Bangsa Jawa Barat, Lillah Sahrul Mubarok Ucapkan Selamat Harlah Pertama Panji Bangsa

Asep Syamsudin Monitoring Jalan Sapan Bojongsoang, Dorong Percepatan Pembangunan untuk Penanganan Banjir

Asep Syamsudin Monitoring Jalan Sapan Bojongsoang, Dorong Percepatan Pembangunan untuk Penanganan Banjir

Asep Syamsudin Gelar Kegiatan Mengaji dan Peduli, Santuni Jompo dan Dhuafa di Cimaung

Asep Syamsudin Gelar Kegiatan Mengaji dan Peduli, Santuni Jompo dan Dhuafa di Cimaung