
beritatandas.id – Embun pagi masih menggantung di Taman Makam Pahlawan Pancawati, Klari, Rabu 24 Juni 2026. Tepat pukul 08.00 WIB, langkah tegap rombongan Polres Karawang membuka rangkaian ziarah Hari Bhayangkara ke-80. Di usia 80 tahun mengabdi, Polri memilih menunduk di hadapan pusara para syuhada, menghidupkan kembali makna “Polri untuk Masyarakat”.
Upacara dipimpin oleh Kapolres Karawang AKBP Fiki N. Ardiansyah. Hadir lengkap unsur Forkopimda: Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, Dandim 0604 Karawang LETKOL Inf. Nanda Siswanto, Kasipidum Kejari Karawang Deby Febriantika, Wadanmen Latpur LETKOL Inf. Wisno Broto, Danyon 305 MAYOR Inf. Afdal Eko Putra, Ka Lapas IIA Karawang Ma’ruf Prasetyo, Ketua PN Santonius Tambunan, Kasi Intelijen Imigrasi Candra Wahyu Hidayat. Turut mendampingi Ketua Bhayangkari Cabang Karawang Ny. Yulian Fiki, Wakapolres Karawang KOMPOL Andriyanto, Wakil Ketua Bhayangkari Ny. Yeni Andriyanto, PJU Polres Karawang, Perwira Kodim 0604, Kapolsek Zona 2, personel, ASN, Marching Band Gita Bahana Juang Karawang, dan Pramuka Saka Bhayangkara.
Laporan perwira upacara memecah hening. Penghormatan kepada arwah pahlawan menggema, dipimpin komandan ziarah. Lalu mengheningkan cipta oleh Kapolres Karawang selaku Pimpinan Ziarah. Detik itu sunyi bicara. Angin seakan berbisik tentang darah yang tertumpah demi merah putih yang hari ini dijaga Polri.
Karangan bunga diletakkan di tugu makam. Doa dipanjatkan, meminta restu agar Polri tetap kuat menjaga negeri. Di barisan, wajah-wajah personil Polres Karawang teduh. Seragam yang biasa tegak menjaga kamtibmas, pagi itu memilih merunduk penuh takzim pada para pendahulu.
Penghormatan akhir dikumandangkan. Pena menari di buku ziarah saat Kapolres menandatanganinya, seolah meneken ulang kontrak pengabdian: 80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat. Bukan sekadar tema HUT, tapi sumpah yang diwariskan dari liang-liang pusara ini.
Tabur bunga jadi puncak khidmat. Bersama jajaran Forkopimda, kelopak mawar dan melati jatuh di atas nisan. Setiap bunga adalah terima kasih. Setiap bunga adalah ikrar bahwa keamanan yang dititipkan para pahlawan akan dijaga Polri sampai titik darah penghabisan.
Ketua bersama Pengurus Bhayangkari larut dalam suasana. TNI, Kejaksaan, Imigrasi, Lapas, Pengadilan berdiri sejajar bersama Pemerintah Daerah. Ziarah ini menegaskan: menjaga Karawang, menjaga Indonesia, adalah kerja kolektif yang berakar pada pengorbanan.
Kegiatan berakhir aman, tertib, dan penuh makna. Dari Pancawati, Polres Karawang membawa pulang semangat baru. Karena kemerdekaan direbut dengan darah, dan kedamaian dirawat dengan bakti. Di usia 80 tahun, Polri meneguhkan diri selama nisan pahlawan masih berdiri, pengabdian tak akan berhenti. (Lex)