
beritatandas.id – Anggota DPRD Kabupaten Karawang Abdul Azis, SE, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Program Sapa Warga di Lemahmulya yang dikemas melalui Festival Rakyat Berbasis Budaya.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi salah satu inovasi pelayanan publik yang mampu menghadirkan pemerintah lebih dekat dengan masyarakat sekaligus memperkuat nilai kebersamaan, pelestarian budaya, dan pemberdayaan ekonomi lokal.
Apresiasi tersebut disampaikan Abdul Azis saat menghadiri langsung Festival Rakyat Berbasis Budaya yang digelar di Desa Lemahmulya. Sabtu (04/07/2026)
Kegiatan itu diikuti masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, perangkat desa, pemuda, pelaku UMKM, hingga berbagai unsur pemerintahan yang bersama-sama memeriahkan agenda pelayanan publik berbasis budaya tersebut.
Menurut Abdul Azis, Program Sapa Warga di Lemahmulya bukan sekadar agenda seremonial, melainkan menjadi ruang interaksi yang mempertemukan pemerintah dengan masyarakat dalam suasana yang lebih terbuka dan penuh kekeluargaan.
Ia menilai konsep yang menggabungkan pelayanan publik, hiburan rakyat, serta pertunjukan budaya lokal merupakan langkah positif yang mampu meningkatkan partisipasi masyarakat sekaligus memperkuat identitas budaya daerah.
”Kami mengapresiasi pelaksanaan Program Sapa Warga yang dikemas dalam Festival Rakyat Berbasis Budaya. Kegiatan seperti ini memberikan manfaat nyata karena masyarakat tidak hanya memperoleh pelayanan, tetapi juga menikmati ruang kebersamaan yang memperkuat nilai gotong royong dan kecintaan terhadap budaya daerah,” ujar Abdul Azis.
Menurutnya, kehadiran pemerintah secara langsung di tengah masyarakat menjadi salah satu bentuk pelayanan yang semakin mudah dijangkau oleh warga. Di sisi lain, masyarakat juga memiliki kesempatan untuk menyampaikan berbagai aspirasi secara langsung kepada pemerintah sehingga komunikasi berjalan lebih efektif.
Abdul Azis mengatakan, keberadaan Program Sapa Warga di Lemahmulya menunjukkan komitmen pemerintah dalam membangun pelayanan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa masyarakat tidak hanya memperoleh akses terhadap berbagai layanan pemerintahan, tetapi juga mendapatkan edukasi, hiburan, hingga kesempatan menikmati berbagai pertunjukan seni tradisional yang menjadi bagian dari Festival Rakyat Berbasis Budaya.
Menurutnya, konsep tersebut menjadi contoh kolaborasi yang baik antara pemerintah daerah, pemerintah desa, tokoh masyarakat, komunitas budaya, dan warga dalam menciptakan ruang publik yang produktif.
”Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pemerintah hadir di tengah masyarakat. Aspirasi warga dapat disampaikan secara langsung, pelayanan semakin mudah diakses, sementara budaya lokal tetap mendapat ruang untuk berkembang,” katanya.
Abdul Azis berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan di berbagai desa di Kabupaten Karawang agar manfaatnya semakin luas dan dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat.
Ia menilai semakin sering pemerintah hadir melalui program-program pelayanan langsung, maka kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan publik juga akan semakin meningkat.
Selain menghadirkan pelayanan publik, Festival Rakyat Berbasis Budaya dinilai memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan budaya lokal di Kabupaten Karawang.
Abdul Azis menegaskan bahwa budaya merupakan identitas daerah yang harus terus dijaga, terutama di tengah perkembangan zaman yang semakin modern.
Melalui berbagai pertunjukan seni tradisional, penampilan budaya lokal, hingga keterlibatan generasi muda dalam festival tersebut, masyarakat memperoleh ruang untuk mengenal sekaligus mencintai warisan budaya daerah.
Ia menyebut konsep yang menggabungkan pelayanan pemerintahan dengan kegiatan budaya merupakan inovasi yang patut dipertahankan karena mampu menghadirkan manfaat ganda.
Di satu sisi masyarakat mendapatkan pelayanan yang lebih mudah, sementara di sisi lain budaya lokal memperoleh ruang yang lebih luas untuk terus berkembang.
Menurut Abdul Azis, keterlibatan anak-anak muda dalam berbagai kegiatan budaya juga menjadi investasi penting bagi masa depan Kabupaten Karawang agar tradisi dan nilai-nilai lokal tetap lestari.
Ia berharap festival serupa dapat menjadi agenda rutin sehingga budaya daerah terus dikenal oleh generasi penerus.
Tidak hanya memperkuat hubungan sosial, Abdul Azis juga menilai Program Sapa Warga di Lemahmulya memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Festival Rakyat Berbasis Budaya menghadirkan berbagai pelaku UMKM, pedagang lokal, serta komunitas kreatif yang memperoleh kesempatan memperkenalkan sekaligus memasarkan produk unggulan mereka kepada masyarakat.
Menurutnya, meningkatnya aktivitas masyarakat selama festival berlangsung ikut mendorong perputaran ekonomi di tingkat desa.
”Selain memperkuat budaya, kegiatan ini juga memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk berkembang. Dampaknya tentu sangat baik terhadap perputaran ekonomi masyarakat,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa pemberdayaan UMKM merupakan salah satu fondasi penting dalam memperkuat ekonomi kerakyatan. Karena itu, kegiatan yang mampu menghadirkan masyarakat dalam jumlah besar sangat efektif untuk meningkatkan penjualan produk lokal sekaligus memperluas jaringan pemasaran.
Abdul Azis berharap pemerintah daerah terus memberikan perhatian kepada pelaku usaha mikro melalui kegiatan serupa yang mampu menghadirkan peluang ekonomi secara langsung.
Pada kesempatan tersebut, Abdul Azis juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga semangat kebersamaan yang telah terbangun melalui Program Sapa Warga di Lemahmulya.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan Kabupaten Karawang tidak hanya bergantung pada pemerintah semata, tetapi membutuhkan dukungan aktif masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, perangkat desa, organisasi kemasyarakatan, hingga pelaku usaha.
Ia menilai kolaborasi yang terjalin dalam Festival Rakyat Berbasis Budaya menjadi contoh nyata bahwa pembangunan akan berjalan lebih optimal apabila seluruh unsur masyarakat bergerak bersama.
Abdul Azis optimistis kegiatan seperti ini akan terus menjadi sarana efektif dalam mempererat hubungan antara pemerintah dengan masyarakat sekaligus memperkuat identitas budaya lokal sebagai bagian dari pembangunan Kabupaten Karawang yang maju, harmonis, inklusif, dan berkelanjutan.
Tingginya antusiasme masyarakat selama pelaksanaan festival juga menjadi indikator bahwa Program Sapa Warga di Lemahmulya diterima dengan baik oleh warga. Ke depan, ia berharap kegiatan tersebut dapat terus diperluas ke berbagai wilayah sehingga semakin banyak masyarakat yang memperoleh manfaat dari pelayanan publik, pelestarian budaya, serta penguatan ekonomi berbasis kerakyatan.(Lex)