
KARAWANG, beritatandas.id – Langkah baru dalam mengembangkan pendidikan Al-Qur’an berbasis potensi lokal mulai diwujudkan. Badan Koordinasi (Badko) TKQ Zona 3 resmi menjalin sinergi dengan pengelola Desa Wisata Situ Kamojing melalui Musyawarah dan Silaturahmi Program Pengembangan Potensi Lokal dan Pendidikan Berbasis Kemitraan yang digelar di Cafe Pohaci, kawasan Wisata Situ Kamojing, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang, Kamis (23/7/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri pengelola Wisata Situ Kamojing, jajaran pengurus Badko Zona 3, serta Tim Fajar Master Studio. Pertemuan ini menjadi titik awal lahirnya kolaborasi yang memadukan dunia pendidikan dengan sektor pariwisata berbasis edukasi.
Ketua Badko Zona 3, Hasanuddin, S.Pd, mengatakan kerja sama tersebut diharapkan mampu membuka ruang belajar baru bagi para anak anak TKQ melalui konsep pembelajaran di alam terbuka.
“Kami ingin kolaborasi ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus melahirkan sinergi yang kuat antara dunia pendidikan dan desa wisata. Harapannya, anak-anak TKQ tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga mendapatkan pengalaman edukatif yang menyenangkan,” ujarnya.
Hasanuddin menambahkan, salah satu kebutuhan yang saat ini menjadi perhatian adalah tersedianya fasilitas outbound edukatif yang dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran karakter, kerja sama, dan kepemimpinan bagi peserta didik.

Sementara itu, Pengelola Desa Wisata Situ Kamojing, Agus Sudarsono, menyebut kemitraan tersebut merupakan langkah strategis untuk menjadikan kawasan wisata sebagai pusat pembelajaran berbasis alam.
“Desa Wisata Situ Kamojing siap menjadi lokasi outing class, study tour, hingga berbagai kegiatan edukasi bagi siswa TKQ Badko Zona 3. Setelah kerja sama ini berjalan, kami berharap berbagai program pendidikan dapat dilaksanakan secara rutin di sini,” kata Agus.
Menurutnya, selain menawarkan panorama alam, Desa Wisata Situ Kamojing juga akan menghadirkan berbagai wahana edukasi, mulai dari peternakan, seni, budaya, hingga aktivitas kreatif yang mendukung tumbuh kembang anak.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya datang untuk berwisata, tetapi juga belajar. Ke depan akan ada edukasi peternakan, kesenian, budaya, dan program pembelajaran lainnya yang dikemas secara menarik,” jelasnya.
Agus menambahkan, kawasan Wisata Situ Kamojing sebelumnya telah menjadi lokasi berbagai kegiatan kreatif seperti lomba mewarnai, menggambar, hingga fashion show. Pengalaman tersebut menjadi modal untuk mengembangkan kawasan ini sebagai destinasi wisata edukasi unggulan di Kabupaten Karawang.
Melalui kolaborasi ini, Badko Zona 3 dan Desa Wisata Situ Kamojing berharap dapat menghadirkan model pembelajaran yang lebih inovatif, menyenangkan, dan mampu membentuk generasi Qurani yang cerdas, kreatif, serta berkarakter, sekaligus mendorong kemajuan sektor pariwisata berbasis pendidikan di Karawang.
Penulis: Jauhari
Editor: Joe