
beritatandas.id – Tim SAR gabungan melaksanakan hari pertama operasi pencarian terhadap seorang pemuda yang diduga tenggelam setelah melompat dari Jembatan Irigasi Kali Bawah, Dusun Kebon II, Desa Tegalsari, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, Jumat (31/7/2026). Pencarian melibatkan personel Polsek Cilamaya, Satpolairud Polresta Karawang, BASARNAS Unit Karawang, serta BPBD Kabupaten Karawang.
Kapolresta Karawang Kombes Pol. Mario Prahatinto melalui Kasi Humas IPDA Cep Wildan menyampaikan bahwa sejak pagi hari tim SAR gabungan telah melakukan koordinasi lintas instansi untuk memetakan area pencarian sekaligus menentukan strategi penyisiran di lokasi yang diduga menjadi titik korban tenggelam.
Peristiwa tersebut bermula pada Kamis (30/7/2026) sekitar pukul 18.30 WIB. Berdasarkan keterangan para saksi, korban diduga melompat dari atas Jembatan Irigasi Kali Bawah. Sebelum kejadian, korban diketahui meninggalkan rumah dengan mengendarai sepeda. Tak lama kemudian, sepeda yang digunakan ditemukan berada di atas jembatan, sementara warga sekitar mengaku sempat mendengar suara seseorang meminta pertolongan sebelum akhirnya menghilang.
Korban diketahui berinisial AAF (18), warga Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang. Informasi dari pihak keluarga menyebutkan bahwa korban berangkat dari rumah menjelang waktu Magrib. Dugaan sementara mengarah pada peristiwa bunuh diri, namun kepolisian masih menunggu hasil pencarian dan pendalaman lebih lanjut untuk memastikan seluruh fakta di lapangan.
Dalam operasi pencarian, tim SAR gabungan mengerahkan dua unit perahu karet (rubber boat) untuk menyisir aliran irigasi, disertai penyisiran secara manual di sepanjang bantaran sungai. Upaya pencarian difokuskan pada titik awal korban diduga terjatuh hingga ke sejumlah area yang berpotensi menjadi lokasi korban terbawa arus.
Selama proses pencarian, koordinasi antarinstansi terus dilakukan guna memaksimalkan efektivitas operasi SAR. Seluruh personel yang terlibat bekerja sesuai prosedur dengan mengutamakan keselamatan serta melakukan pemetaan wilayah berdasarkan kondisi arus dan karakteristik aliran sungai.
Hingga Jumat pukul 17.00 WIB, korban belum berhasil ditemukan. Operasi pencarian hari pertama kemudian dihentikan sementara karena keterbatasan jarak pandang dan faktor keselamatan personel. Tim SAR gabungan dijadwalkan melanjutkan pencarian pada Sabtu (1/8/2026) dengan memperluas area penyisiran di sepanjang aliran irigasi.
Polresta Karawang mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait keberadaan korban agar segera menyampaikannya kepada petugas di lapangan. Kepolisian juga mengajak masyarakat untuk tidak berspekulasi mengenai penyebab kejadian dan memberikan kesempatan kepada tim SAR serta aparat kepolisian untuk menyelesaikan proses pencarian dan penyelidikan secara profesional.(Lex)