‎”Publik Bicara BSBI”, Anggota DPRD Jabar Sri Rahayu Dorong UMKM Tingkatkan Daya Saing ‎

beritatandas.id – ‎Anggota DPRD Jawa Barat, fraksi Golkar, Hj. Sri Rahayu.SH menghadiri sekaligus menjadi narasumber dalam ajang kepemimpinan dan edukasi ekonomi bertajuk “Publik Bicara BSBI” yang diinisiasi Badan Supervisi Bank Indonesia (BSBI) bersama Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Partai Golkar, Puteri Komarudin, di Ballroom Swiss-Belinn Karawang pada Senin (10/8/2026).

‎Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar lebih mandiri, inovatif, serta mampu bersaing di tengah perkembangan ekonomi yang semakin kompetitif.

‎Dalam kesempatan itu, Sri Rahayu menegaskan UMKM memiliki peran strategis dalam memperkuat perekonomian daerah, khususnya di Jawa Barat. Karena itu, menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia pelaku usaha harus terus didorong melalui pelatihan dan pendampingan berkelanjutan.

‎“UMKM adalah tulang punggung perekonomian masyarakat. Melalui pelatihan seperti ini, saya berharap para pelaku usaha mampu meningkatkan kemampuan, memperluas kreativitas, dan beradaptasi dengan perkembangan pasar,” ujar Sri.

‎Anggota Fraksi Golkar DPRD Jabar berharap kegiatan tersebut dapat melahirkan lebih banyak wirausaha baru dan muda yang produktif dan memiliki daya saing tinggi.

‎“Semoga kegiatan ini menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus berkembang dan menciptakan usaha-usaha baru yang mampu membuka lapangan pekerjaan serta menggerakkan ekonomi daerah,” katanya.

‎Sri Rahayu menambahkan, sinergi antara pemerintah, lembaga pelatihan, dan pelaku usaha menjadi kunci penting dalam menciptakan ekosistem UMKM yang kuat dan berkelanjutan di Jawa Barat.

‎Puteri Komarudin menegaskan pentingnya peran BSBI dalam melapis pengawasan terhadap kinerja Bank Indonesia (BI). Menurutnya, pengawasan ketat ini sangat krusial guna menjaga stabilitas moneter, mengendalikan laju inflasi yang mencekik, serta membentengi nilai tukar rupiah agar daya beli masyarakat bawah tidak tergerus kenaikan harga barang.ujar Putri.

‎Di hadapan ratusan pasang mata pelaku UMKM, Puteri membeberkan bahwa seluruh kebijakan makroekonomi yang dirumuskan di tingkat pusat harus bermuara pada satu tujuan mutlak: kesejahteraan rakyat.

‎”Tujuan akhir dari kebijakan-kebijakan moneter tersebut tidak lain adalah kesejahteraan rakyat! Kita harus memastikan uang yang dipegang masyarakat tidak tergerus nilainya oleh inflasi dan kenaikan harga. Rakyat harus terlindungi!” tegas Puteri Komarudin.

‎Sementara itu, para peserta mendapatkan berbagai materi terkait pengembangan usaha, pengelolaan bisnis, hingga strategi peningkatan daya saing produk UMKM agar mampu menembus pasar yang lebih luas. (Lex)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rekomendasi Berita Terkait
B50 Resmi Diluncurkan Presiden RI Prabowo Subianto di Rest Area KM-57

B50 Resmi Diluncurkan Presiden RI Prabowo Subianto di Rest Area KM-57

Pertamina Diduga lakukan Pembiaran atas Penyalahgunaan BBM Pertalite di SPBU Purwasari

Pertamina Diduga lakukan Pembiaran atas Penyalahgunaan BBM Pertalite di SPBU Purwasari

Polemik BUJP PT. Chang Shin; Karang Taruna Jomin Barat Minta Perusahaan Hargai Kearifan Lokal

Polemik BUJP PT. Chang Shin; Karang Taruna Jomin Barat Minta Perusahaan Hargai Kearifan Lokal