Dadang Sumardi Tancap Gas Pertarungan Pilkades Karangsinom, Tokoh dan Ratusan Warga Mengiringi Pendaftaran

KARAWANG, beritatandas.id — Peta persaingan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Karangsinom, Kecamatan Tirtamulya, Kabupaten Karawang, mulai menunjukkan arah. Dadang Sumardi menjadi bakal calon pertama yang secara resmi menyerahkan berkas pencalonannya kepada Panitia Pilkades Karangsinom.

Tidak sekadar datang menyerahkan dokumen, Dadang hadir dengan iring-iringan tokoh masyarakat dan ratusan warga serta pendukung yang berjalan kaki menuju Aula Desa Karangsinom, Minggu pagi (6/9/2026).

Pemandangan tersebut menjadi sinyal politik tersendiri.

Di saat pendaftaran masih menyisakan beberapa hari, kemunculan Dadang sebagai pendaftar pertama sekaligus menunjukkan bahwa kontestasi menuju kursi Kepala Desa Karangsinom periode 2026–2034 mulai memasuki babak serius.

Ketua Panitia Pilkades Karangsinom, Saepudin Zaelani, membenarkan Dadang Sumardi menjadi bakal calon pertama yang menyerahkan dokumen pendaftaran.

“Hari Minggu tanggal 6 September 2026, kami panitia menerima kedatangan Dadang Sumardi, bakal calon kepala Desa Karangsinom,” ujar Zaelani di hadapan awak media, Minggu (6/9/2026).

Namun, status pendaftar pertama belum otomatis berarti seluruh persyaratan Dadang telah dinyatakan lengkap.

Panitia masih menemukan sejumlah dokumen yang harus dipenuhi. Verifikasi administrasi sendiri baru akan dilakukan sesuai tahapan yang telah ditetapkan.

“Sudah diserahkan oleh Dadang Sumardi, hanya saja ada beberapa yang masih kurang dan harus dipenuhi sesuai tahapan. Proses verifikasi dan administrasi dimulai tanggal 11 sampai 21 September 2026,” jelas Zaelani.

Mengacu pada ketentuan Peraturan Bupati Karawang Tahun 2021, setiap bakal calon kepala desa diwajibkan memenuhi 21 dokumen persyaratan.

Panitia menegaskan seluruh tahapan akan dilaksanakan secara terbuka. Masyarakat, media, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), hingga unsur kepolisian dipersilakan memantau proses tersebut.

“Kami terbuka. Apa yang terlihat hari ini bisa disaksikan siapa saja, termasuk rekan-rekan media, BPD maupun kepolisian,” tegas Zaelani.

Ia berharap seluruh tahapan Pilkades Karangsinom berjalan tertib, transparan, dan tidak menimbulkan gesekan di tengah masyarakat.

Semangat “Rempug Jukung Sauyunan” pun kembali ditekankan sebagai pijakan bersama agar kompetisi politik desa tidak berubah menjadi konflik sosial.

Ratusan Warga Mengiringi, Dadang Bawa Gagasan BEDAS
Usai berkasnya diterima panitia, Dadang Sumardi menyampaikan rasa syukur sekaligus memastikan kekurangan administrasi akan segera dilengkapi.

“Insha Allah dokumen tersebut akan kami penuhi,” tegas Dadang.

Ia juga mengapresiasi sambutan panitia yang menurutnya berlangsung baik dan terbuka.

“Panitia menyambut kami dengan baik dan memberikan arahan sesuai dengan moto Rempug Jukung Sauyunan,” ujarnya.

Yang menarik, pendaftaran Dadang tidak berlangsung dalam suasana biasa. Ratusan warga dan pendukung mengiringinya berjalan kaki menuju sekretariat panitia.

Besarnya rombongan menjadi salah satu pemandangan yang mencuri perhatian dalam hari pertama kemunculan kandidat secara resmi tersebut.

Dadang pun menyampaikan apresiasi kepada para relawan dan masyarakat yang memberikan dukungan.

Namun, politik desa belum selesai hanya karena satu nama telah mendaftar.
Pintu pendaftaran masih terbuka hingga 10 September 2026. Artinya, dalam beberapa hari ke depan, peta pertarungan masih sangat mungkin berubah.

Apalagi, isu mengenai kemungkinan Pilkades Karangsinom hanya diikuti dua calon mulai berembus di tengah masyarakat.

Jika kandidat kedua benar-benar muncul, pertarungan dipastikan akan semakin menarik. Sebab, pendaftar pertama belum tentu menjadi calon terkuat, dan dukungan massa pada hari pendaftaran belum otomatis menjadi ukuran kemenangan pada hari pemungutan suara.

BEDAS Jadi Modal Politik Dadang
Di tengah dinamika tersebut, Dadang mulai memperkenalkan gagasan yang akan dibawanya apabila dipercaya masyarakat memimpin Desa Karangsinom.

Ia mengusung semangat BEDAS, yang dimaknainya sebagai Bersama, Energik, Demokratis, Amanah, dan Sejahtera.

“BEDAS kami maknai sebagai semangat untuk menghadirkan daerah yang Bersama, Energik, Demokratis, Amanah, dan Sejahtera,” katanya.

Gagasan tersebut menjadi identitas awal yang ditawarkan Dadang kepada masyarakat.

Namun, tantangan terbesar bukan sekadar memenangkan kontestasi. Jika nantinya terpilih, gagasan tersebut harus diterjemahkan menjadi program yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Pilkades Digital, Tantangan Baru bagi Kandidat dan Pemilih
Selain berbicara mengenai visi pembangunan, Dadang juga menyoroti satu hal yang tak kalah penting: perubahan mekanisme pemungutan suara yang tahun ini menggunakan sistem digital.

Menurutnya, perubahan teknologi dalam proses pemilihan harus diikuti kesiapan masyarakat.

Jangan sampai sistem yang dirancang untuk mempermudah pemungutan suara justru membuat pemilih kebingungan ketika berada di lokasi pemilihan.

Karena itu, Dadang mengaku telah menyiapkan kader untuk turun langsung memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai tata cara pemilihan.

“Kami akan menjaring kader untuk turun langsung kepada masyarakat dan memberikan edukasi bagaimana cara melakukan pemilihan, karena pencoblosan tahun ini dilakukan secara digital. Para kader akan turun langsung memastikan masyarakat memahami tata cara memilih dan siapa yang akan dipilihnya,” pungkas Dadang.

Kini, Dadang Sumardi menjadi nama pertama yang resmi membuka pertarungan Pilkades Karangsinom 2026.

Tetapi satu nama belum cukup untuk membaca siapa yang akan keluar sebagai pemenang.

Apakah Dadang akan melenggang sebagai satu-satunya penantang? Atau dalam empat hari tersisa akan muncul kandidat lain yang mampu mengubah seluruh kalkulasi politik Karangsinom?

Jawabannya akan ditentukan setelah pintu pendaftaran resmi ditutup pada 10 September 2026.
Satu hal sudah pasti pertarungan Pilkades Karangsinom mulai memanas.

Penulis: Jauhari
Editor: Joe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rekomendasi Berita Terkait
Sri Rahayu Hadir Di Pengukuhan Delapan Sektor Ormas GIBAS Cinta Damai, Tekankan Kerja Nyata untuk Masyarakat

Sri Rahayu Hadir Di Pengukuhan Delapan Sektor Ormas GIBAS Cinta Damai, Tekankan Kerja Nyata untuk Masyarakat

Humaira Ajak Masyarakat Waspada Karhutla, Utamakan Pencegahan dan Kepedulian Lingkungan

Humaira Ajak Masyarakat Waspada Karhutla, Utamakan Pencegahan dan Kepedulian Lingkungan

Kasus Dugaan Korupsi Perumahan Terbongkar! Sri Rahayu Agustina Apresiasi Kejaksaan Karawang, Minta Perizinan Disaring Ketat

Kasus Dugaan Korupsi Perumahan Terbongkar! Sri Rahayu Agustina Apresiasi Kejaksaan Karawang, Minta Perizinan Disaring Ketat