
BANDUNG — Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Humaira Zahrotun Noor, mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di tengah kondisi cuaca kering dan meningkatnya risiko kebakaran di sejumlah wilayah Indonesia.
Humaira menilai pencegahan karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan petugas di lapangan, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Karhutla bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga menyangkut kesehatan, keselamatan masyarakat, serta keberlangsungan kehidupan. Karena itu, pencegahan harus menjadi tanggung jawab kita bersama,” ujar Humaira.
Ia mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran sampah maupun membuka lahan dengan cara membakar, serta tidak membuang puntung rokok sembarangan di kawasan yang mudah terbakar.
Menurutnya, kelalaian kecil dapat memicu kebakaran yang lebih besar, terlebih pada kondisi lahan yang kering. Pemerintah sendiri telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 16 Tahun 2026 yang melarang pembukaan lahan dengan cara membakar sebagai langkah pencegahan karhutla.
“Jangan menunggu api membesar baru kita bergerak. Pencegahan dan kewaspadaan sejak dini jauh lebih penting. Kalau melihat adanya titik api atau potensi kebakaran, segera laporkan kepada petugas agar bisa ditangani secepat mungkin,” katanya.
Humaira juga mengapresiasi upaya pemerintah dan berbagai pihak yang terus memperkuat pengendalian karhutla melalui patroli, pemantauan titik panas, edukasi masyarakat, serta respons cepat di wilayah rawan.
Kementerian Kehutanan sendiri saat ini terus memperkuat pengendalian karhutla di sejumlah provinsi prioritas seiring masih ditemukannya titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi.
Humaira berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan terus meningkat. Menurutnya, menjaga hutan dan lahan bukan hanya untuk kepentingan hari ini, tetapi merupakan bentuk tanggung jawab bersama untuk generasi mendatang.
“Mari kita jaga lingkungan, jangan membuka lahan dengan cara membakar, dan bersama-sama cegah karhutla sebelum terjadi. Lingkungan terjaga, masyarakat sehat, dan masa depan kita terlindungi,” pungkasnya.***