Pengangguran Pemuda Meningkat di Jawa Barat, Acep Jamaludin Dorong Pemerintah Buka Ruang Kerja

Bandung – Momentum Hari Sumpah Pemuda ke-98 menjadi pengingat bahwa perjuangan generasi muda saat ini menghadapi tantangan yang berbeda. Jika pada 1928 para pemuda berikrar satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa, maka pemuda masa kini dihadapkan pada persoalan kesempatan kerja dan ruang untuk mengembangkan potensi diri.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Acep Jamaludin, menilai persoalan pengangguran, khususnya di kalangan anak muda, harus menjadi perhatian serius pemerintah. Pasalnya, penurunan angka pengangguran secara nasional belum sepenuhnya mencerminkan kondisi ketenagakerjaan generasi muda.

Berdasarkan data yang disampaikan, tingkat pengangguran nasional tercatat turun menjadi 4,65 persen pada Mei 2026. Namun, tingkat pengangguran kelompok usia 14–24 tahun justru meningkat dari 16,26 persen menjadi 17,37 persen.

Kondisi tersebut semakin menjadi perhatian di Jawa Barat. Tingkat pengangguran terbuka di provinsi ini mencapai 6,64 persen atau sekitar 1,79 juta orang. Selain itu, Jawa Barat juga mencatat jumlah laporan PHK tertinggi sepanjang Januari hingga September 2026, yakni sebanyak 13.044 orang.

Menurut Acep, salah satu persoalan mendasar adalah belum optimalnya keterhubungan antara dunia pendidikan, pelatihan keterampilan, dan kebutuhan industri. Hal ini terlihat dari masih sulitnya lulusan SMK terserap ke dunia kerja.

“Angka pengangguran boleh turun, tetapi kalau anak mudanya justru tertinggal, berarti ada yang belum nyambung antara sekolah, pelatihan, dan lapangan kerja. Ini yang akan kami kawal di DPRD Jawa Barat,” tegas Acep.

Ia menilai, persoalan pengangguran pemuda tidak bisa semata-mata dikaitkan dengan kesiapan atau kemauan anak muda untuk bekerja. Pemerintah perlu memastikan adanya akses yang lebih luas terhadap lapangan pekerjaan, pelatihan berbasis kompetensi, serta kesempatan bagi generasi muda untuk mengembangkan kreativitas dan potensi mereka.

Acep menegaskan, semangat Sumpah Pemuda harus diterjemahkan sesuai tantangan zaman. Persatuan yang dahulu menjadi kekuatan untuk memperjuangkan kemerdekaan, kini harus menjadi modal bersama dalam membuka kesempatan dan menciptakan masa depan yang lebih baik bagi generasi muda.

“Tahun 1928 pemuda bersumpah satu tanah air. Hari ini kita harus memastikan tanah air ini memberikan ruang bagi mereka untuk berkarya. Jangan sampai anak-anak muda Jawa Barat hanya menjadi penonton di tanahnya sendiri,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah dapat hadir melalui kebijakan yang berpihak pada perluasan kesempatan kerja, peningkatan kualitas pendidikan vokasi, serta penguatan hubungan antara lembaga pendidikan dan dunia industri.

“Sumpah Pemuda hari ini bukan lagi hanya soal bersatu melawan penjajah, tetapi bagaimana kita bersatu membuka jalan kerja dan memberikan kesempatan bagi generasi muda. Pemerintah harus hadir, dan anak muda juga harus berani bersuara,” pungkasnya.

Acep pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga semangat persatuan sekaligus memperjuangkan masa depan generasi muda Indonesia.

“Selamat Hari Sumpah Pemuda ke-98. Semoga pemuda Indonesia, khususnya Jawa Barat, semakin berdaya, kreatif, dan memiliki kesempatan luas untuk berkarya,” tutupnya.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rekomendasi Berita Terkait
Asep Syamsudin Ucapkan Selamat atas Pengukuhan DPC PKB Kabupaten Bandung Masa Bakti 2026–2031

Asep Syamsudin Ucapkan Selamat atas Pengukuhan DPC PKB Kabupaten Bandung Masa Bakti 2026–2031

PELANTIKAN SERENTAK DPK KNPI KABUPATEN BANDUNG, HUMAIRA ZAHROTUN NOOR; PEMUDA HARUS JADI PILAR PEMBANGUNAN

PELANTIKAN SERENTAK DPK KNPI KABUPATEN BANDUNG, HUMAIRA ZAHROTUN NOOR; PEMUDA HARUS JADI PILAR PEMBANGUNAN

Acep Jamaludin Kawal Bantuan BSPS Rp6 Miliar untuk 300 Rumah di Cimahi

Acep Jamaludin Kawal Bantuan BSPS Rp6 Miliar untuk 300 Rumah di Cimahi