Marak Kekerasan Seksual, Sri Rahayu Gandeng UPTD PPA Karawang

beritatandas.id – Maraknya kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak menjadi perhatian serius dalam kegiatan Pendidikan Demokrasi yang digelar di SMK Global Merina, Sabtu (31/10/2026). Dalam kegiatan tersebut, Sri Rahayu menggandeng Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kabupaten Karawang sebagai upaya meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya perlindungan diri, kesetaraan hak, serta keberanian melawan segala bentuk kekerasan seksual.

Kegiatan pendidikan demokrasi ini tidak hanya membahas tentang hak dan kewajiban warga negara, partisipasi generasi muda, serta pentingnya nilai-nilai demokrasi, tetapi juga mengangkat persoalan kekerasan seksual yang masih menjadi ancaman serius di lingkungan masyarakat, termasuk dunia pendidikan.

Sri Rahayu mengatakan, pendidikan demokrasi harus dimaknai lebih luas, bukan sekadar memahami proses politik atau hak dalam menyampaikan pendapat, melainkan juga memahami hak setiap individu untuk mendapatkan rasa aman, perlindungan, dan perlakuan yang adil.

“Demokrasi bukan hanya tentang kebebasan berbicara dan menyampaikan pendapat, tetapi juga bagaimana kita menghormati hak orang lain. Setiap perempuan dan anak memiliki hak untuk merasa aman, mendapatkan perlindungan, serta terbebas dari segala bentuk kekerasan dan pelecehan seksual,” ujar Sri Rahayu.

Menurutnya, maraknya kasus kekerasan seksual harus menjadi perhatian bersama. Generasi muda perlu diberikan pemahaman sejak dini mengenai bentuk-bentuk kekerasan seksual, pentingnya menjaga batasan diri, serta keberanian untuk berbicara dan melapor apabila mengalami atau mengetahui tindakan kekerasan.

Ia menegaskan, sekolah harus menjadi ruang yang aman bagi seluruh peserta didik. Tidak boleh ada pembiaran terhadap tindakan pelecehan, perundungan, maupun kekerasan dalam bentuk apa pun.

“Kami ingin anak-anak muda memahami bahwa mereka memiliki hak untuk dilindungi. Jangan takut untuk berbicara apabila mengalami atau melihat tindakan kekerasan. Jangan pula menyalahkan korban. Kita harus membangun lingkungan yang berani melindungi, bukan justru menghakimi,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala UPTD PPA Kabupaten Karawang, Kariena Regina, turut memberikan pemahaman mengenai pentingnya perlindungan perempuan dan anak, khususnya dalam menghadapi berbagai bentuk kekerasan seksual.

Dalam kesempatan tersebut, Kariena Regina menekankan bahwa pencegahan kekerasan seksual harus dimulai melalui edukasi, pengenalan terhadap bentuk-bentuk kekerasan, serta pemahaman mengenai hak-hak korban.

Menurutnya, kalangan pelajar perlu dibekali pengetahuan agar mampu mengenali tindakan yang termasuk kekerasan seksual, memahami pentingnya menjaga diri, dan mengetahui ke mana harus mencari bantuan ketika menghadapi situasi yang mengancam keselamatan mereka.

“Anak-anak harus memahami bahwa tubuh mereka adalah hak mereka yang wajib dihormati. Tidak seorang pun boleh melakukan tindakan yang membuat mereka merasa terancam, takut, atau tidak nyaman. Jika mengalami atau mengetahui adanya kekerasan, jangan takut untuk mencari pertolongan dan melapor,” demikian pesan yang disampaikan dalam materi edukasi tersebut.

Kariena juga menekankan pentingnya peran sekolah, keluarga, dan lingkungan masyarakat dalam menciptakan sistem perlindungan bagi perempuan dan anak. Penanganan kasus kekerasan tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan sinergi berbagai pihak agar korban memperoleh pendampingan dan perlindungan yang tepat.

Kolaborasi Sri Rahayu dengan UPTD PPA Kabupaten Karawang dalam kegiatan di SMK Global Merina menjadi bagian dari upaya memperluas pemahaman demokrasi yang berpihak pada penghormatan hak asasi manusia dan perlindungan kelompok rentan.

Melalui kegiatan ini, para pelajar diharapkan tidak hanya memahami demokrasi secara teori, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai toleransi, kesetaraan, saling menghormati, dan kepedulian terhadap sesama dalam kehidupan sehari-hari.

Persoalan kekerasan seksual juga diharapkan tidak lagi dianggap sebagai isu yang tabu untuk dibicarakan. Sebaliknya, edukasi yang tepat perlu terus dilakukan agar generasi muda memiliki keberanian, pengetahuan, dan kepedulian untuk mencegah terjadinya kekerasan.

Sri Rahayu berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan menjangkau lebih banyak kalangan pelajar di Kabupaten Karawang.

“Harapan kami, melalui pendidikan demokrasi ini lahir generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, menghargai hak sesama, serta berani menolak segala bentuk kekerasan. Sekolah harus menjadi tempat yang aman untuk belajar, tumbuh, dan meraih masa depan,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa membangun demokrasi yang sehat harus dimulai dari lingkungan pendidikan, dengan memastikan setiap anak memiliki hak untuk belajar, berkembang, dan hidup tanpa ancaman kekerasan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rekomendasi Berita Terkait
Sudi Hartono Nilai Keputusan Merger SDN Ekasari dan Medang Sari Terkesan Terburu-buru

Sudi Hartono Nilai Keputusan Merger SDN Ekasari dan Medang Sari Terkesan Terburu-buru

Polresta Karawang Hadir, Mengabdi, dan Mencerdaskan Generasi Muda di Era Digital

Polresta Karawang Hadir, Mengabdi, dan Mencerdaskan Generasi Muda di Era Digital

Pendidikan Demokrasi: Sri Rahayu Tegaskan Bahaya Narkoba yang Memicu Kriminalitas dan Penyalahgunaan Zat Terlarang dikalangan Pelajar ‎

Pendidikan Demokrasi: Sri Rahayu Tegaskan Bahaya Narkoba yang Memicu Kriminalitas dan Penyalahgunaan Zat Terlarang dikalangan Pelajar ‎