
Mediaklik.id – Anggota DPRD Kabupaten Subang Fraksi PKB, H. Sudi Hartono, menanggapi aspirasi orang tua siswa dan Komite SDN Ekasari terkait rencana merger SDN Ekasari dengan SDN Medang Sari di Kecamatan Pamanukan.
Menurut Sudi, pada prinsipnya kebijakan merger sekolah dapat dipahami sebagai bagian dari upaya meningkatkan efektivitas dan efisiensi penyelenggaraan pendidikan. Namun, proses pengambilan keputusan yang dilakukan Dinas Pendidikan Kabupaten Subang dinilai terkesan terburu-buru.
“Kami pada prinsipnya sepakat dengan merger apabila tujuannya untuk efektivitas, efisiensi, dan peningkatan mutu pendidikan. Tetapi yang kami lihat, proses pengambilan keputusannya terkesan terburu-buru,” kata Sudi kepada wartawan Senin, 14 September 2026.
Menurutnya, sebelum keputusan diambil seharusnya ada tahapan komunikasi, negosiasi, dan musyawarah yang lebih matang dengan komite sekolah, orang tua siswa, tokoh masyarakat, serta pihak-pihak terkait lainnya.
“Seharusnya bukan hanya sosialisasi terhadap keputusan yang sudah ada. Masyarakat perlu diajak duduk bersama sejak awal sehingga yang lahir adalah kesepakatan bersama. Karena terbentur waktu, akhirnya proses ini terkesan terburu-buru dan menimbulkan keberatan di masyarakat,” katanya.
Wakil rakyat dari Dapil 5 ini menilai persoalan penamaan sekolah hasil merger juga sebaiknya tidak diputuskan secara sepihak. Nama sekolah harus menjadi bagian dari musyawarah agar tidak menimbulkan persoalan baru di tengah masyarakat.
“Kalau masih bisa dimusyawarahkan, silakan dicari jalan tengah yang bisa diterima kedua belah pihak. Tetapi kalau pada akhirnya terjadi deadlock dan tidak ditemukan kesepakatan, lebih baik masing-masing terlebih dahulu daripada merger justru menimbulkan konflik,” tegasnya.
Ia berharap seluruh pihak menahan diri dan tidak membawa persoalan tersebut menjadi konflik antarsekolah maupun antarorang tua siswa.
“Intinya, pimpinan komisi sudah menyampaikan bahwa persoalan ini akan dimusyawarahkan kembali. Kita berharap Dinas Pendidikan, pihak sekolah, komite, orang tua siswa, dan tokoh masyarakat kembali duduk bersama untuk mencari solusi terbaik agar situasi tetap kondusif. Kepentingan utama kita tetap sama, yaitu kualitas pendidikan dan masa depan anak-anak,” pungkas H. Sudi Hartono.***