
Kabupaten Bandung – Pada Sabtu, 6 Desember 2025, Aula HBC Solokanjeruk menjadi tempat berlangsungnya pertemuan penting antara para Ketua dan Sekretaris PAC se-Kabupaten Bandung, tokoh masyarakat, serta sejumlah pemangku kepentingan lokal. Acara yang dibuka dengan sambutan hangat tersebut menekankan pentingnya menyampaikan aspirasi dan keluhan warga secara langsung kepada pemerintah, sehingga masyarakat dapat berperan aktif sebagai pengawas utama dalam pelaksanaan program pembangunan.
Diskusi menyoroti empat tantangan utama yang masih menghambat kesejahteraan di wilayah tersebut: infrastruktur jalan dan jembatan yang belum merata, pengelolaan sampah yang masih kurang optimal, tekanan ekonomi akibat kenaikan harga kebutuhan pokok, serta risiko banjir dan longsor yang meningkat seiring cuaca ekstrem. Setiap isu dipresentasikan dengan contoh konkret dari lapangan, sehingga peserta dapat merasakan dampaknya secara langsung.
Peran PAC sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah provinsi dan masyarakat kembali ditegaskan. Anggota PAC yang sehari‑hari berada di tengah warga diminta untuk mengumpulkan data lapangan, menyampaikan masukan, kritik, serta ide‑ide konstruktif yang dapat dijadikan bahan evaluasi kebijakan. Dengan dukungan teknologi sederhana seperti grup WhatsApp dan formulir daring, informasi dapat disalurkan dengan cepat dan akurat.
Acara diakhiri dengan ajakan kepada seluruh peserta untuk terus aktif menyampaikan aspirasi mereka, sehingga laporan resmi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat benar‑benar mencerminkan kebutuhan riil masyarakat. Panitia berjanji akan menindaklanjuti setiap masukan, sambil berharap kolaborasi ini dapat mempercepat pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Bandung.***