
Purwakarta, beritatandas.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang sebagai solusi pemenuhan gizi masyarakat justru tersandung persoalan serius di lapangan. Sebanyak 52 dapur MBG di Kabupaten Purwakarta terpaksa dihentikan sementara operasionalnya setelah ditemukan tidak memenuhi dua persyaratan krusial sebagai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Kami menerima surat dari BGN, dan di Purwakarta ada sekitar 52 SPPG yang dihentikan sementara operasionalnya,” jelas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Purwakarta Erlan Diansyah, Kamis (12/3)
Berdasarkan hasil pengawasan, puluhan dapur tersebut tidak memiliki dua dokumen vital, yakni:
° Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) sebagai jaminan standar kebersihan dalam proses pengolahan makanan.
° Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang menjadi syarat pengelolaan limbah dapur agar tidak mencemari lingkungan.
Ketiadaan dua dokumen tersebut dinilai berpotensi membahayakan kesehatan penerima manfaat serta menimbulkan pencemaran lingkungan, terutama jika limbah dapur dibuang tanpa sistem pengolahan yang layak.
Penghentian operasional puluhan dapur tersebut mengacu pada Surat Teguran Pemberhentian Sementara Operasional Nomor 839/D.TWS/03/2026 tertanggal 10 Maret 2026 yang diterbitkan oleh Direktorat Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II.
Berikut daftar 52 dapur MBG (SPPG) di Kabupaten Purwakarta yang menerima surat disetop beroperasi :
1. SPPG Purwakarta Ciseureuh 2
SPPG Purwakarta Munjul Jaya 2
3. SPPG Purwakarta Sukatani Tajursindang
4. SPPG Purwakarta Sukatani Sukamaju
5. SPPG Purwakarta Cipaisan 3
6. SPPG Purwakarta Nagri Kaler 1
7. SPPG Purwakarta Bojong Sindang Panon
8. SPPG Purwakarta Sukasari Kertamanah
9. SPPG Purwakarta Pasawahan Warung Kadu
10. SPPG Purwakarta Jatiluhur Mekar Galih 3
11. SPPG Purwakarta Pasawahan Sawah Kulon
12. SPPG Purwakarta Tegalwaru Citalang 02
13. SPPG Bojong Sukamanah 3
14. SPPG Bojong Pasanggrahan
15. SPPG Bojong Sindang Panon
16. SPPG Bojong Sukamanah 1
17. SPPG Cibogo Girang
18. SPPG Babakancikao Kadumekar
19. SPPG Babakancikao Maracang 2
20. SPPG Bungursari Cikopo 1
21. SPPG Bungursari Cikopo 3
22. SPPG Bungursari Cinangka
23. SPPG Campaka Benteng
24. SPPG Campaka Benteng 2
25. SPPG Darangdan Darangdan
26. SPPG Pasawahan Pasawahan 2
27. SPPG Plered Citeko 2
28. SPPG Plered Sindangsari
29. SPPG Plered Anjun
30. SPPG Purwakarta Ciseureuh 7
31. SPPG Purwakarta Ciseureuh 8
32. SPPG Purwakarta Citalang 1
33. SPPG Purwakarta Citalang 3
34. SPPG Purwakarta Munjul Jaya
35. SPPG Purwakarta Nagri Kaler 5
36. SPPG Purwakarta Nagri Kidul
37. SPPG Purwakarta Sindang Kasih 2
38. SPPG Purwakarta Sindang Kasih 3
39. SPPG Sukatani Cilalawi
40. SPPG Tegalwaru Cadas Sari
41. SPPG Wanayasa Taringgul Tonggoh
42. SPPG Sawit Darangdan
43. SPPG Kiarapedes Kiarapedes
44. SPPG Sukatani Sukatani 4
45. SPPG Tegalwaru Galumpit
46. SPPG Tegalwaru Warung Jeruk 1
47. SPPG Babakancikao Babakancikao
48. SPPG Purwakarta Cipaisan 2
49. SPPG Purwakarta Ciseureuh 1
50. SPPG Bojong Bojong Barat
51. SPPG Campaka Campaka
52. SPPG Tegalwaru Citalang
Sejumlah pemerhati kebijakan publik Purwakarta, H. Syarip, menilai “kasus ini sebagai alarm keras bagi tata kelola program MBG. Sebab, program yang melibatkan anggaran besar dan menyangkut kesehatan masyarakat seharusnya diawasi secara ketat sejak tahap perizinan hingga operasional,” pungkasnya, pada Jumat (13/3).
Kini, puluhan dapur tersebut tidak diperbolehkan beroperasi sampai seluruh persyaratan administrasi dan standar kesehatan dipenuhi. Pemerintah daerah dan pengelola dapur diminta segera melakukan pembenahan agar program yang seharusnya membantu masyarakat ini tidak berubah menjadi persoalan baru. (Red)