Ironi di Jomin Barat, Saat Muspika Rangkul Pemuda, Kades Justru Menjauh dari Aksi Kemanusiaan

Karawang, beritatandas.id – Aksi kemanusiaan yang semestinya menjadi potret sinergi antara pemerintah dan pemuda justru menyisakan residu kekecewaan bagi warga Desa Jomin Barat. Program rutin santunan anak yatim dan kaum jompo yang diinisiasi oleh Karang Taruna Jomin Barat di Masjid Nurul Hikmah, Kampung Rawasari, Minggu (31/5/2026), ternoda oleh absennya sosok sang Kepala Desa Jomin Barat, Tatang.

Di tengah khidmatnya pembagian santunan, ketidakhadiran orang nomor satu di Desa Jomin Barat ini menjadi sorotan. Pasalnya, jajaran Muspika Kotabaru mulai dari Camat, Babinsa, hingga Bhabinkamtibmas tampak hadir duduk lesehan di antara warga, menunjukkan dukungan penuh terhadap agenda sosial tersebut.

Bagi masyarakat, absennya Tatang bukan sekadar masalah teknis atau kesibukan yang tak terelakkan, melainkan cerminan dari minimnya sensitivitas pemimpin terhadap agenda sosial yang menyentuh nurani warga.

Kontras dengan sikap dingin sang Kepala Desa, pihak Muspika justru memberikan pujian tinggi atas inisiatif pemuda desa. Babinsa Jomin Barat, Sertu Dodi, yang mewakili Danramil Cikampek, menegaskan bahwa langkah Karang Taruna ini adalah bukti nyata kepedulian yang memperkuat kebersamaan.

“Kami sangat mendukung langkah mulia Karang Taruna Jomin Barat. Kegiatan ini bukan sekadar bantuan materi, tetapi bukti nyata kepedulian yang memperkuat kebersamaan sekaligus menjaga kondusivitas di lingkungan masyarakat,” tegas Sertu Dodi di sela-sela acara.

Saat aparat pemerintah Kecamatan dan TNI/Polri sibuk merawat kondusivitas lewat aksi nyata, sang kepala desa justru memilih menjaga jarak dengan warganya. Ketidakhadiran Tatang seolah menjadi tamparan keras bagi harmonisasi pemerintahan desa dan organisasi kepemudaan. Di saat para pemuda berjuang merawat simpati dan empati kepada anak-anak yatim, sang pemimpin desa justru seolah menunjukkan jarak yang lebar dengan warganya sendiri.

Saat aparat pemerintah dan TNI/Polri sibuk merawat kondusivitas lewat aksi nyata, sang kepala desa justru memilih menjaga jarak dengan warganya.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rekomendasi Berita Terkait
‎Sri Rahayu: Seluruh Perangkat Desa Memiliki Pemahaman Yang Sama Mengenai Konsep Pilkades Digital

‎Sri Rahayu: Seluruh Perangkat Desa Memiliki Pemahaman Yang Sama Mengenai Konsep Pilkades Digital

‎Sri Rahayu Paparkan Fungsi PSM Saat Giat Pengawasan Pemerintah TA 2026 di Telukjambe Barat

‎Sri Rahayu Paparkan Fungsi PSM Saat Giat Pengawasan Pemerintah TA 2026 di Telukjambe Barat

Persiapan Pilkades 2026, Sri Rahayu Kembali Kolaborasi Dengan DPMD Karawang Gelar Simulasi Pemungutan Suara Berbasis Digital

Persiapan Pilkades 2026, Sri Rahayu Kembali Kolaborasi Dengan DPMD Karawang Gelar Simulasi Pemungutan Suara Berbasis Digital