Asep Syamsudin Dorong Generasi Muda NU Kuasai Kitab Kuning melalui Diklat Amtsilati

Kabupaten Bandung – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi PKB, Asep Syamsudin, mendorong penguatan tradisi keilmuan pesantren di kalangan generasi muda melalui penguasaan kitab kuning dan pemahaman ilmu agama.

Hal tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan Diklat Amtsilati yang diselenggarakan Pimpinan Cabang Majelis Dzikir dan Sholawat (PC MDS) Rijalul Ansor Kabupaten Bandung, yang diikuti oleh 250 peserta bertempat di Pondok Pesantren Fathul Huda, Bojongkaso, Kecamatan Cikancung, Kabupaten Bandung.

Asep Syamsudin menilai kegiatan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar dalam menjaga tradisi keilmuan pesantren sekaligus mempersiapkan kader muda yang memiliki kemampuan membaca dan memahami literatur keislaman.

“Kegiatan Diklat Amtsilati ini bukan hanya tentang belajar membaca kitab kuning, tetapi juga menjadi bagian dari upaya kita merawat tradisi keilmuan pesantren dan menjaga sanad keilmuan para ulama. Ini adalah khidmah untuk terus membumikan ilmu agama di tengah generasi muda,” ujar Asep.

Menurutnya, metode Amtsilati dapat menjadi salah satu sarana untuk mempermudah para santri dan kader Ansor dalam mempelajari kitab kuning. Dengan kemampuan tersebut, generasi muda diharapkan tidak hanya memahami teks keagamaan, tetapi juga mampu menggali khazanah keilmuan yang diwariskan para ulama salaf.

“Harapannya, para kader Ansor dan generasi muda NU semakin mencintai warisan ulama salaf, memiliki semangat untuk terus belajar, serta mampu menjadi generasi yang tafaqquh fiddin, yakni generasi yang memahami dan mendalami ilmu agama,” katanya.

Asep juga mengapresiasi PC MDS Rijalul Ansor Kabupaten Bandung dan Pondok Pesantren Fathul Huda yang telah memfasilitasi kegiatan tersebut. Menurutnya, penguatan pendidikan keagamaan melalui pesantren perlu terus didukung agar keberadaan pesantren tetap menjadi pusat pembentukan karakter, akhlak, dan intelektualitas generasi muda.

Ia berharap seluruh rangkaian Diklat Amtsilati dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat bagi para peserta maupun masyarakat secara luas.

“Semoga ilmu yang diperoleh selama diklat tidak berhenti pada proses pembelajaran saja, tetapi benar-benar diamalkan dan memberikan manfaat bagi umat. Mari terus semangat menggali ilmu, merawat tradisi pesantren, dan meneruskan perjuangan para ulama,” pungkasnya.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rekomendasi Berita Terkait
Dewan Pakar KAHMI Karawang Desak Copot Rektor UNSIKA: Kampus Harus Menjadi Ruang Intelektual, Bukan Ruang Kekerasan!

Dewan Pakar KAHMI Karawang Desak Copot Rektor UNSIKA: Kampus Harus Menjadi Ruang Intelektual, Bukan Ruang Kekerasan!

Kuasa Hukum Warga Laporkan Kades Cariumulya Soal Dana Irigasi

Kuasa Hukum Warga Laporkan Kades Cariumulya Soal Dana Irigasi

Asep Syamsudin: Penguasaan Kitab Kuning Jadi Bekal Penting Generasi Muda Pesantren

Asep Syamsudin: Penguasaan Kitab Kuning Jadi Bekal Penting Generasi Muda Pesantren