
BANDUNG – Dewan Komando Wilayah (DKW) Panji Bangsa Provinsi Jawa Barat menggelar kegiatan Pendidikan Instruktur yang berlangsung pada 31 Juli hingga 2 Agustus 2026. Kegiatan tersebut diikuti oleh perwakilan dari 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat sebagai upaya memperkuat kapasitas kader dalam mencetak instruktur yang profesional, inspiratif, dan bertanggung jawab.
Sekretaris DKW Panji Bangsa Jawa Barat, M. Lillah Sahrul Mubarok, mengatakan bahwa pendidikan instruktur merupakan bagian penting dalam membangun sumber daya manusia yang memiliki kompetensi, karakter, serta kepemimpinan yang kuat.
Menurutnya, para peserta tidak hanya dibekali pengetahuan dan keterampilan teknis, tetapi juga nilai-nilai kepemimpinan, kedisiplinan, serta semangat pengabdian yang menjadi fondasi dalam menjalankan peran sebagai instruktur di daerah masing-masing.
“Instruktur bukan hanya bertugas menyampaikan materi, tetapi juga menjadi teladan dalam sikap, kedisiplinan, dan semangat pengabdian. Karena itu, pendidikan ini kami rancang untuk membangun kompetensi sekaligus memperkuat karakter setiap peserta agar mampu menjalankan amanah organisasi dengan baik,” ujar Lillah.
Lillah menegaskan, kegiatan tersebut menjadi langkah awal dalam menciptakan instruktur yang mampu memberikan manfaat dan membawa perubahan positif di lingkungan masing-masing.
“Kami ingin melahirkan instruktur yang profesional, inspiratif, dan bertanggung jawab. Harapannya, setelah kembali ke daerah, para peserta mampu mengembangkan proses kaderisasi yang berkualitas serta mencetak generasi Panji Bangsa yang unggul dan berintegritas,” katanya.
Ia juga berharap seluruh peserta dapat menjaga semangat belajar dan kebersamaan selama mengikuti pendidikan.
“Membangun kompetensi, memperkuat karakter, dan meningkatkan kualitas instruktur adalah investasi jangka panjang bagi organisasi. Dari sinilah akan lahir kader-kader yang siap mengabdi, memimpin, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tutupnya.
Melalui kegiatan ini, DKW Panji Bangsa Jawa Barat berharap lahir generasi instruktur yang unggul, memiliki integritas, berkarakter, serta mampu menjadi teladan dalam setiap proses kaderisasi. Dengan kompetensi yang terus ditingkatkan, para instruktur diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi organisasi maupun masyarakat luas.***