IKD Jatisari Desak Dewan Provinsi Tuntaskan Pencemaran Sungai Cilamaya

beritatandas.id, KARAWANG – Belasan tahun Bendungan Barugbug tercemar, meski selalu ramai, tapi tetap saja belum ada solusi. Atas hal itu Ikatan Kepala Desa Jatisari meminta gerakan yang kali ini mencuat minta sampai tuntas.

“Kita dorong terus, kita juga minta para dewan menyuarakan aspirasi rakyat soal solusi pencemaran Bendungan Barugbug, dan Sungai Cilamaya,” kata Ketua IKD Jatisari Deni Supriatna, yang didampingi Kepala Desa Barugbug, Suhatip.

Hal senada disampaikan Kepala Desa Situdam, Iwan S. Menurutnya sudah belasan tahun warga Situdam menghirup bau limbah yang bersumber dari Bendungan Barugbug dan irigasi yang airnya dari bendungan tersebut.

“Kami harap pencemaran ini bisa segera diselesaikan,” pintanya.

Ia juga mengaku sangat kesal dengan kondisi itu. Karena sudah banyak warga yang menjadi korban, terutama anak SD Situdam yang memang sekolahnya tetap di pinggur irugasi yang tercemar.

“Banyak anak yang kena ispa. Ini sudah berlangsung lama, belasan tahun,” ujarnya.

Diketahui, saat ini Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat tengah mendorong Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, untuk menerbitkan Peraturan Gubernur (pergub). Aturan itu yang akan dijadikan dasar untuk menindaklanjuti keinginan warga soal Sungai Cilamaya bebas dari limbah.

Redaksi

Exit mobile version