
SOLOKANJERUK — Kepedulian sosial tak selalu harus hadir dalam bentuk yang besar dan gemerlap. Bagi masyarakat yang sebelumnya tinggal di rumah tidak layak huni atau bertahun-tahun menghadapi kesulitan mendapatkan air bersih, sebuah hunian yang aman dan sumber air yang mengalir justru menjadi perubahan besar dalam kehidupan sehari-hari.
Semangat itulah yang kembali ditunjukkan Wakil Ketua DPR RI Dr. H. Cucun Ahmad Syamsurijal bersama Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Humaira Zahrotun Noor. Keduanya turun langsung menyapa masyarakat melalui program kepedulian sosial yang menyentuh kebutuhan dasar warga.
Pada Minggu (23/8/2026), Kang Cucun, sapaan akrab Cucun Ahmad Syamsurijal, bersama Humaira meresmikan pembangunan rumah layak huni milik warga di Kampung Panyadap, Desa Panyadap, Kecamatan Solokanjeruk, Kabupaten Bandung.
Rumah yang sebelumnya berada dalam kondisi tidak layak huni tersebut kini berubah menjadi hunian yang lebih aman, nyaman, dan layak ditempati setelah mendapatkan dukungan melalui Program Aspirasi Rumah Layak Huni Kang Cucun.
Peresmian itu bukan sekadar seremoni. Bagi keluarga penerima manfaat, rumah tersebut menjadi simbol hadirnya harapan sekaligus awal baru untuk menjalani kehidupan dengan kondisi tempat tinggal yang lebih baik.
Kehadiran Kang Cucun dan Humaira pun mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Warga tampak antusias mengikuti kegiatan peresmian, sekaligus menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang telah diberikan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Solokanjeruk Rahmatullah Mukti Prabowo, Kapolsek Solokanjeruk Iptu Fathan, serta jajaran Forkopimcam Solokanjeruk lainnya.
Camat Solokanjeruk Rahmatullah Mukti Prabowo menyampaikan apresiasi atas program tersebut. Menurutnya, pembangunan rumah layak huni menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas lingkungan tempat tinggal masyarakat, terutama bagi keluarga yang membutuhkan hunian yang aman dan lebih manusiawi.
“Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas lingkungan tempat tinggal warga, khususnya bagi keluarga yang membutuhkan hunian yang lebih layak dan aman,” kata Prabowo, dikutip dari Instagram Kecamatan Solokanjeruk.
Usai meresmikan rumah layak huni di Kampung Panyadap, perjalanan kepedulian sosial Kang Cucun dan Humaira tidak berhenti di sana.
Keduanya melanjutkan kegiatan dengan meresmikan bantuan fasilitas air bersih bagi masyarakat di Kampung Sukarame, Desa Cipedes, Kecamatan Paseh, Kabupaten Bandung.
Bagi warga Sukarame, fasilitas tersebut memiliki arti yang jauh lebih besar dari sekadar pembangunan sarana fisik. Selama bertahun-tahun, masyarakat harus menghadapi persoalan ketersediaan air bersih yang menjadi salah satu kebutuhan paling mendasar dalam kehidupan sehari-hari.
Kini, melalui bantuan fasilitas air bersih tersebut, persoalan yang selama ini dirasakan warga mulai menemukan jalan keluar.
“Alhamdulillah pagi tadi meresmikan bantuan fasilitas air bersih untuk warga Sukarame, Desa Cipedes Kec. Paseh. Krisis air menahun yang dirasakan warga kini teratasi. Mari rawat bersama fasilitas ini agar manfaatnya terus mengalir lintas generasi!” tutur Kang Cucun.
Pesan tersebut sekaligus menegaskan bahwa pembangunan fasilitas publik tidak berhenti ketika proyek selesai. Ada tanggung jawab bersama untuk menjaga, merawat, dan memastikan fasilitas tersebut dapat digunakan secara berkelanjutan.
Peresmian fasilitas air bersih itu turut dihadiri Camat Paseh Asep Darajat dan mendapatkan sambutan antusias dari masyarakat penerima manfaat.
Bagi warga, tersedianya fasilitas air bersih berarti berkurangnya beban yang selama ini mereka rasakan. Air bukan hanya soal kebutuhan rumah tangga, tetapi menyangkut kesehatan, kebersihan, pendidikan anak, produktivitas keluarga, hingga kualitas kehidupan masyarakat secara keseluruhan
Ketika Aspirasi Menjadi Manfaat Nyata
Dua lokasi berbeda Kampung Panyadap di Solokanjeruk dan Kampung Sukarame di Paseh memperlihatkan satu benang merah: bagaimana aspirasi dan kepedulian sosial dapat diterjemahkan menjadi manfaat yang dirasakan langsung masyarakat.
Rumah layak huni memberikan ruang kehidupan yang lebih aman dan nyaman. Sementara fasilitas air bersih menghadirkan kebutuhan dasar yang selama ini menjadi persoalan warga.
Kehadiran Kang Cucun dan Humaira dalam peresmian tersebut juga menjadi bentuk komunikasi langsung dengan masyarakat. Tidak sekadar menyampaikan program, tetapi melihat secara langsung bagaimana bantuan itu memberikan perubahan di lapangan.
Sejumlah warga pun menyampaikan rasa terima kasih kepada Kang Cucun dan Humaira atas dukungan terhadap pembangunan rumah layak huni maupun fasilitas air bersih.
Mereka berharap program-program kepedulian sosial semacam itu dapat terus berlanjut dan menjangkau masyarakat lain yang masih membutuhkan.
Lebih dari sekadar bangunan fisik, rumah layak huni dan fasilitas air bersih tersebut menyimpan cerita tentang gotong royong, kepedulian, dan harapan.
Satu rumah yang kembali nyaman untuk ditinggali. Satu fasilitas air bersih yang kembali mengalir. Dan di balik keduanya, ada wajah-wajah warga yang kini memiliki alasan baru untuk menatap hari esok dengan lebih optimistis.
Bagi masyarakat penerima manfaat, bantuan itu mungkin bermula dari sebuah program. Namun ketika manfaatnya benar-benar dirasakan, program tersebut berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih berarti: sebuah kepedulian yang hadir dalam kehidupan nyata.
Warga pun mendoakan agar kebaikan dan kepedulian Kang Cucun serta Humaira kepada masyarakat menjadi amal baik dan memberikan manfaat yang panjang bagi warga Kabupaten Bandung.***