Oncom Makanan Khas Subang Beda Dari Ocom Daerah Lain

beritatandas.id, SUBANG – Mengetahui lebih jauh kuliner khas Dawuan Kabupaten Subang yang saat ini tengah diajukan sebagai warisan budaya, lalu seperti apa perbedaan oncom Dawuan dibanding oncom lain. Simak ulasannya.

Oncom sendiri merupakan salah satu makanan yang diolah dengan cara fermentasi, oncom adalah makanan khas Jawa Barat. Proses fermentasinya diperoleh dari campuran kapang, yang dicampur dengan sisa bungkil kacang tanah, ampas tahu, ampas kedelai, sisa olahan tahu dan tempe, atau ampas kelapa yang difermentasi hingga tahap spora.

Mirip dengan pengolahan tempe hanya perbedaan pada oncom ketika hasil olahan dinyatakan siap dipasarkan setelah kapang menghasilkan spora, sementara pada tempe hasil olahan siap dipasarkan sebelum kapang menghasilkan spora atau baru dalam tahap hifa.

Selain memiliki citarasa yang khas oncom Dawuan sendiri meliki kandungan gizi yang relatif baik, tak ayal oncom Dawuan sering jadi buruan pedagang sayur keliling untuk dipasarkan, kelebihannya selain dari ukuran agak lebih besar oncom Dawuan juga dapat dipasarkan dengan keadaan segar.

Ketua Kelompok Kerja Usaha Oncom, Harun (55) menjelaskan, oncomnya dipasarkan hanya didepan rumah produksinya, karena sudah tentu pemesan dan penjemputnya yang merupakan tukang sayur keliling, meski terbilang cukup kecil, rumah olahan oncom milik Harun mampu memproduksi hingga rata-rata 50 kilogram bahan oncom perharinya.

“Kalau saya gak banyak, paling 30 sampai 50 kilogram, kan kalau sudah jadi oncom ngembang, segitu juga banyak, tukang sayur bisa dua sampai tiga kali angkut,” papar Harun kepada Tribun, di Rumah Produksinya, Desa Dawuan Kaler, Subang, Rabu (3/3/2021).

Secara terpisah, Tety Nurhayati pembuat produk kuliner oncom juga menjelaskan, ia menilai ada perbedaan oncom Dawuan dengan oncom lain.

“Menurut saya ada ke khasan sendiri, teksturnya selain lembut, bagian dalam oncom Dawuan juga terasa lebih kenyal,” Ujar Tety kepada Tribun di lokasi rumah produksi oncom Suwarno.

Lebih lanjut dikatakan Tety rasa aroma ragi dari oncom Dawuan dalam keadaan mentah juga tidak timbul, “Lebih dominan tidak beraroma, dan kalau kita mau bentuk ini oncom juga tidak gampang hancur, misal mau kita goreng bentuk dadu atau mau kita sayur dengan potongan pipih juga tidak mudah hancur karena kenyalnya itu,” paparnya.

Selain dari tekstur yang khas, Tety juga menjelaskan, oncom Dawuan lebih memiliki warna yang terang dibagian dalam, “Kan ada itu yang bagian dalam nya agak hitam, kalau oncom ini justru lebih terang, jadi kelihatan segar pokoknya.” kata Tety.

“Dari segi rasa, oncom Dawuan lebih menarik karena tidak beraroma, kita mau bikin tutug kita mau pepes justru lebih dominan aroma bumbunya,” imbuhnya.

Diketahui, Tety sendiri selain sering membuat berbagai olahan oncom ia juga merupakan penggemar oncom, selain itu, menurut dia, oncom juga bisa diolah menjadi makanan istimewa meski harga oncom tidak istimewa.

 

Reporter : Irvan

Exit mobile version