
BANDUNG, — Kegiatan Sapa Warga Humaira menjadi ruang kebersamaan bagi masyarakat sekaligus wadah untuk memperkenalkan dan melestarikan budaya lokal melalui permainan tradisional Sunda atau yang dikenal dengan istilah Kaulinan Lembur.
Kehadiran Kaulinan Lembur dalam kegiatan ini menjadi pengingat bahwa warisan budaya tidak hanya perlu dikenang, tetapi juga harus terus dihidupkan melalui partisipasi masyarakat, khususnya generasi muda dan anak-anak.
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Humaira Zahrotun Noor, memandang pelestarian permainan tradisional sebagai bagian penting dalam menjaga identitas dan kearifan lokal masyarakat Sunda. Di tengah perkembangan teknologi dan semakin dekatnya anak-anak dengan permainan digital, kaulinan tradisional perlu kembali diperkenalkan sebagai sarana bermain, belajar, dan membangun interaksi sosial.
Melalui permainan tradisional, anak-anak tidak hanya mendapatkan hiburan, tetapi juga belajar tentang kebersamaan, sportivitas, kreativitas, serta nilai gotong royong yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Sunda.
“Kaulinan Lembur bukan sekadar permainan masa lalu. Di dalamnya ada nilai kebersamaan, budaya, dan kearifan lokal yang harus terus kita wariskan kepada generasi berikutnya,” menjadi semangat dalam upaya pelestarian budaya tersebut.
Melalui Sapa Warga Humaira, diharapkan kegiatan berbasis budaya dapat terus hadir di tengah masyarakat, sehingga tradisi lokal tetap hidup, dikenal, dan dicintai oleh generasi penerus.
Melestarikan Kaulinan Lembur, menjaga budaya Sunda, dan merawat kebersamaan.***