
Tasikmalaya – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Lillah Sahrul Mubarok, melakukan pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah yang diselenggarakan di Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (10/10).
Dalam kegiatan tersebut, Lillah menemukan sejumlah permasalahan yang masih menjadi keluhan masyarakat, terutama terkait pelayanan publik dan infrastruktur dasar.
Masalah Pelayanan BPJS
Salah satu keluhan utama masyarakat adalah terkait layanan BPJS Kesehatan. Banyak warga yang mengeluhkan lambatnya pelayanan, kurangnya sosialisasi, serta masih adanya kendala administratif di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP).
“Pelayanan BPJS seharusnya memberikan kemudahan dan jaminan kesehatan bagi seluruh warga. Namun di lapangan, masih banyak keluhan terkait antrean panjang, rujukan berbelit, hingga tidak sinkronnya data. Ini menjadi perhatian serius,” ujar Lillah.
Penerangan Jalan Umum (PJU) yang Belum Merata
Penerangan Jalan Umum (PJU) di sejumlah ruas jalan kabupaten dan jalan desa juga menjadi sorotan. Masih banyak wilayah, terutama di pedesaan, yang minim penerangan sehingga rawan kecelakaan dan tindakan kriminal.
“PJU bukan hanya soal kenyamanan, tapi juga keselamatan. Pemerintah daerah harus mempercepat pemasangan PJU, terutama di titik-titik rawan dan padat aktivitas malam,” tambahnya.
Perbaikan Jalan Kabupaten yang Belum Merata
Lillah juga menyoroti masih banyaknya ruas jalan kabupaten yang kondisinya rusak dan belum tersentuh perbaikan. Hal ini menyebabkan terganggunya aktivitas ekonomi dan mobilitas warga, khususnya di daerah terpencil.
“Jalan yang rusak bukan hanya menghambat akses masyarakat, tapi juga memperlambat distribusi hasil pertanian dan perekonomian desa. Pemerataan pembangunan jalan harus menjadi prioritas,” tegasnya.
Perbaikan Saluran Irigasi yang Terbengkalai
Di sektor pertanian, masalah irigasi juga menjadi hal yang mendesak. Banyak saluran irigasi yang rusak atau tidak terpelihara dengan baik, mengakibatkan lahan pertanian kekurangan air di musim tanam.
“Kabupaten Tasikmalaya adalah wilayah agraris. Maka sudah semestinya sistem irigasi diperhatikan agar petani bisa bercocok tanam dengan optimal,” ujar Lillah.
Komitmen untuk Terus Mengawal
Sebagai anggota legislatif, Lillah Sahrul Mubarok menegaskan komitmennya untuk terus mengawal berbagai permasalahan tersebut melalui forum-forum resmi seperti rapat paripurna, rapat komisi, hingga reses bersama warga.
“Kami akan terus mendorong eksekutif agar lebih responsif terhadap kebutuhan riil masyarakat. Pengawasan ini bukan semata kritik, tapi dorongan untuk perbaikan pelayanan publik dan pemerataan pembangunan,” pungkasnya.***