
beritatandas.id – Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat menilai sektor pergaraman memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan ekonomi daerah, khususnya di wilayah pesisir. Jawa Barat sendiri saat ini tercatat sebagai salah satu sentra produksi garam nasional yang potensinya masih terus dapat dikembangkan.
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Asep Suherman, mengungkapkan bahwa posisi Jawa Barat sebagai produsen garam terbesar ketiga di Indonesia harus diiringi dengan kebijakan yang berpihak pada peningkatan kualitas produksi dan kesejahteraan petani garam.
Hal tersebut disampaikannya saat melakukan kunjungan kerja ke Satuan Pelaksana Pergaraman Kapetakan, Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan Wilayah Utara, Kabupaten Cirebon, Selasa (27/01/2026).
Menurut Asep, hasil tinjauan lapangan menunjukkan bahwa potensi besar yang dimiliki para petambak garam belum sepenuhnya ditopang oleh sistem pendukung yang memadai. Mulai dari kondisi sarana prasarana hingga aspek penguatan kapasitas sumber daya manusia masih memerlukan perhatian lebih dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Produksi garam di Jawa Barat sebenarnya sangat menjanjikan. Namun, agar mampu bersaing secara kualitas, dibutuhkan dukungan yang lebih serius, baik dari sisi infrastruktur, peningkatan keterampilan petani, maupun pemanfaatan teknologi,” ujar Asep.
Ia menambahkan, penerapan teknologi tepat guna menjadi salah satu kunci penting dalam mendorong peningkatan mutu garam lokal. Dengan proses produksi yang lebih modern dan efisien, garam Jawa Barat diyakini dapat memiliki nilai tambah yang lebih tinggi di pasar.
Selain itu, Asep juga menyoroti pentingnya akses permodalan bagi para pelaku usaha garam. Menurutnya, dukungan pembiayaan yang terintegrasi akan membantu petani garam untuk meningkatkan skala usaha sekaligus menjaga keberlanjutan produksi.
“Jika seluruh aspek ini bisa berjalan secara terpadu—mulai dari sarana prasarana, SDM, teknologi hingga permodalan—maka Jawa Barat tidak hanya unggul dalam jumlah produksi, tetapi juga mampu menghasilkan garam berkualitas tinggi,” tegasnya.
Asep berharap, sinergi antara pemerintah daerah, legislatif, dan para pelaku usaha garam dapat terus diperkuat agar sektor pergaraman benar-benar menjadi penggerak ekonomi masyarakat pesisir, khususnya petani garam di Jawa Barat.***