
Kota Bandung — Kenaikan harga sejumlah bahan pokok kembali menjadi sorotan, terutama komoditas cabai yang harganya mendekati Rp100 ribu per kilogram. Lonjakan ini dinilai semakin memberatkan masyarakat, khususnya kelompok menengah ke bawah dan pelaku usaha kecil.
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PKB, Lillah Sahrul Mubarok, menilai kondisi tersebut perlu segera direspons dengan langkah cepat dan tepat oleh pemerintah daerah agar tidak berdampak lebih luas terhadap perekonomian masyarakat.
“Kenaikan harga cabai ini cukup signifikan dan sangat dirasakan langsung oleh masyarakat. Pemerintah daerah harus hadir dengan langkah konkret untuk mengendalikan situasi,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya intensifikasi operasi pasar sebagai salah satu upaya efektif untuk menstabilkan harga. Menurutnya, operasi pasar harus dilakukan secara merata dan menyasar wilayah yang mengalami lonjakan harga paling tinggi.
Selain itu, Lillah juga menyoroti pentingnya menjaga kelancaran distribusi bahan pangan. Ia menilai hambatan dalam rantai pasok seringkali menjadi salah satu penyebab utama naiknya harga di tingkat konsumen.
“Distribusi harus dipastikan berjalan lancar, dari petani hingga ke pasar. Jika tidak ada kendala di lapangan, harga bisa lebih terkendali,” katanya.
Lebih lanjut, ia mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk petani, distributor, hingga aparat pengawas, guna memastikan ketersediaan pasokan tetap aman serta mencegah praktik penimbunan.
Dengan langkah yang cepat, terukur, dan kolaboratif, Lillah berharap stabilitas harga bahan pokok dapat segera terjaga sehingga daya beli masyarakat tidak terus tergerus oleh kenaikan harga yang berkepanjangan.***