Acep Jamaludin Hadiri Konsolidasi Akbar PMII Jabar, Gaungkan Kembali Spirit Bandung di Era Modern

Kota Bandung — Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Acep Jamaludin, bersama Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PKB menghadiri kegiatan Konsolidasi Akbar: Pelantikan, Manifesto Gerakan dan Semarak Harlah PKC PMII Jawa Barat yang mengusung tema “Reignite PMII Jawa Barat Menuju Masa Depan Peradaban”. Kegiatan tersebut digelar di GOR Saparua, Jumat (01/05/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Acep Jamaludin menekankan pentingnya menghidupkan kembali semangat Bandung Spirit sebagai landasan perjuangan generasi muda dalam menghadapi tantangan global saat ini. Ia menilai, nilai-nilai yang lahir dari Konferensi Asia Afrika 1955 masih sangat relevan, terutama dalam memperjuangkan keadilan dan kedaulatan di tengah dinamika dunia modern.

Menurutnya, wajah kolonialisme di abad ke-21 telah berubah bentuk. Jika dahulu hadir dalam bentuk penjajahan fisik, kini kolonialisme muncul melalui ketergantungan ekonomi, dominasi budaya, serta pembentukan cara pandang masyarakat yang cenderung mengarah pada hegemoni global tertentu.

“Generasi muda harus sadar bahwa kolonialisme hari ini tidak kasat mata, namun sangat mempengaruhi kehidupan kita sehari-hari, mulai dari ekonomi hingga budaya,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya kemandirian ekonomi nasional. Indonesia, kata dia, masih berada dalam posisi sebagai pemasok bahan mentah di rantai nilai global, sementara ketergantungan terhadap teknologi asing masih tinggi. Kondisi ini dinilai sebagai bentuk baru dari logika kolonial klasik yang harus segera diatasi.

Selain itu, Acep menyinggung isu kedaulatan informasi dan budaya. Ia menilai dominasi media dan budaya populer Barat telah membentuk persepsi publik, sehingga potensi negara berkembang sering kali terabaikan. Oleh karena itu, diperlukan upaya bersama untuk memperkuat narasi alternatif dari negara-negara Global South.

“Pertukaran pengetahuan antarnegara berkembang harus diperkuat. Kita tidak bisa terus bergantung pada perspektif tunggal yang datang dari Barat,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh kader PMII untuk mengimplementasikan semangat dekolonisasi dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut dapat dimulai dari hal sederhana, seperti memilih konsumsi informasi, bacaan, hingga nilai-nilai yang diyakini.

Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas dan komitmen kader PMII dalam memperjuangkan nilai kemanusiaan dan keadilan. Acara ditutup dengan pernyataan penuh semangat dari para peserta:

“Inilah kami wahai Indonesia, satu angkatan satu jiwa. Dimanapun kami berada, ideologi kami akan sama. Kami akan berdiaspora, siapapun yang melawan kemanusiaan dan mencampakkan keadilan, maka pasti kita akan sama-sama lawan. Tangan terkepal maju ke muka, lawan, lawan, lawan.”

Konsolidasi akbar ini diharapkan mampu menjadi titik tolak kebangkitan gerakan mahasiswa yang lebih progresif, mandiri, dan berdaya saing dalam membangun masa depan peradaban yang lebih adil dan berkeadilan.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rekomendasi Berita Terkait
Wakil Ketua DPRD Jabar Acep Jamaludin: Penguatan Balai Benih Hortikultura Penting untuk Dukung Ketahanan Pangan Jawa Barat

Wakil Ketua DPRD Jabar Acep Jamaludin: Penguatan Balai Benih Hortikultura Penting untuk Dukung Ketahanan Pangan Jawa Barat

Acep Jamaludin: Penambahan Kuota TPA Sarimukti Bantu Kurangi Penumpukan Sampah di Kota Bandung

Acep Jamaludin: Penambahan Kuota TPA Sarimukti Bantu Kurangi Penumpukan Sampah di Kota Bandung

Humaira bersama Keluarga Hadir di Haul ke-20 Almarhumah Hj. Halimah binti Abah Ihum

Humaira bersama Keluarga Hadir di Haul ke-20 Almarhumah Hj. Halimah binti Abah Ihum