Polemik BUJP PT. Chang Shin; Karang Taruna Jomin Barat Minta Perusahaan Hargai Kearifan Lokal

Karawang, beritatandas.id – Keberadaan PT Chang Shin yang berdiri di tengah pemukiman warga Desa Jomin Barat, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang seharusnya menjadi berkah bagi lingkungan sekitar. Namun, rencana pergantian Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP) di perusahaan tersebut kini memicu ketegangan. Karang Taruna Desa Jomin Barat dengan tegas menyatakan sikap menolak keras masuknya BUJP luar daerah yang dinilai arogan dan tidak menghargai kearifan lokal.

Ketua Karang Taruna Desa Jomin Barat, Anggadita atau yang akrab disapa Tiong, menyoroti cara kerja perusahaan BUJP yang seolah “selonong boy” atau masuk tanpa permisi ke lingkungan masyarakat. Menurutnya, perusahaan besar wajib memiliki tata krama dalam bersosialisasi dan bersinergi dengan warga setempat.

“Siapapun pebisnisnya, harus pandai bersosialisasi dengan lingkungan. Jangan mentang-mentang perusahaan besar, lalu masuk tanpa permisi. Kami tidak akan tinggal diam dengan gaya-gaya arogan seperti ini,” tegas Tiong dengan nada tinggi, pada Kamis (4/6/2026)

Tiong menegaskan bahwa penolakan ini bukan tanpa alasan. Ia melihat adanya upaya dari BUJP yang akan masuk ke PT Chang Shin untuk membawa tenaga atau pengelolaan dari luar daerah, padahal potensi sumber daya manusia di Kecamatan Kotabaru dan Cikampek sangat memadai untuk bidang jasa pengamanan.

“Memang akan ada pergantian pengelolaan jasa pengamanan di PT Chang Shin. Kami minta, BUJP yang baru jangan dulu menerima perusahaan dari luar daerah. Potensi masyarakat Kotabaru dan Cikampek di bidang jasa pengamanan itu ada dan mumpuni,” tambahnya.

Sikap Karang Taruna Desa Jomin Barat ini merupakan bentuk perlindungan terhadap hak warga lokal untuk menjadi tuan rumah di tanahnya sendiri. Tiong menegaskan bahwa dirinya tidak akan berkompromi jika pihak BUJP baru tetap memaksakan kehendak dengan mengabaikan warga sekitar.

“Saya akan bersikeras menolak BUJP luar wilayah Kotabaru dan Cikampek jika mereka tidak mau merangkul warga lokal. Sinergi itu harus nyata, bukan sekadar basa-basi,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen PT Chang Shin belum memberikan keterangan resmi terkait polemik masuknya BUJP baru tersebut. Warga kini menunggu itikad baik dari pihak perusahaan agar tidak terjadi gesekan yang lebih besar di lapangan.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rekomendasi Berita Terkait
Karawang Lumbung Padi atau Kuburan Nasib Petani, Saat Air Jadi Barang Mewah di Desa Karangsinom

Karawang Lumbung Padi atau Kuburan Nasib Petani, Saat Air Jadi Barang Mewah di Desa Karangsinom

Kisruh Pasar Cikampek 1 Memuncak, IPPTU Geruduk Bupati, Soroti Dugaan Keterlibatan Oknum TNI

Kisruh Pasar Cikampek 1 Memuncak, IPPTU Geruduk Bupati, Soroti Dugaan Keterlibatan Oknum TNI

RDP DPRD Karawang Soal PT. Changshin, Tertutup, Minim Stakeholder, dan Sarat Kejanggalan

RDP DPRD Karawang Soal PT. Changshin, Tertutup, Minim Stakeholder, dan Sarat Kejanggalan