
Karawang, beritatandas.id – Ketegangan terjadi antara elemen masyarakat Desa Jomin Barat dengan manajemen PT Chang Shin Indonesia. Karang Taruna Desa Jomin Barat secara resmi telah melayangkan surat pemberitahuan rencana aksi damai sebagai bentuk protes atas kebijakan perusahaan yang dinilai merugikan masyarakat sekitar, khususnya terkait pergantian Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP) di lingkungan operasional perusahaan.
Ketua Karang Taruna Desa Jomin Barat, Angga Kurniawan, menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar protes atas pergantian vendor, melainkan bentuk keresahan atas pola komunikasi perusahaan.
“Kami tidak anti-perubahan. Namun, sebagai entitas yang hidup berdampingan dengan perusahaan, warga lokal seharusnya dilibatkan dalam dialog. Keputusan pergantian vendor tanpa komunikasi yang transparan menunjukkan perusahaan tidak menghargai ekosistem sosial yang selama ini ikut menjaga kondusivitas operasional mereka,” ujar Angga dalam keterangan pers, pada Jumat (5/6/2026)
Berdasarkan surat pemberitahuan yang telah dilayangkan, aksi damai ini rencananya akan berlangsung selama tiga hari berturut-turut untuk menuntut penjelasan dari pihak manajemen. Berikut rincian rencana aksi tersebut:
Dalam aksi tersebut, massa aksi direncanakan akan membawa satu unit mobil komando, berbagai alat peraga, serta dikawal oleh pengerahan armada berupa 15 unit kendaraan roda empat dan 1.000 unit kendaraan roda dua.
Terdapat tiga poin utama yang menjadi tuntutan pihak Karang Taruna dalam aksi damai ini:
Hingga berita ini diturunkan, manajemen PT Chang Shin Indonesia belum memberikan pernyataan resmi menanggapi rencana aksi tersebut.***