
KARAWANG,beritatandas.id – Pernyataan Perum BULOG Cabang Karawang terkait penyerapan gabah petani dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp6.500 per kilogram menuai sorotan tajam dari Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Kabupaten Karawang.
Ketua AMKI Karawang, H. Endang Suryana, A.Md, menegaskan bahwa klaim tersebut harus disertai data terbuka dan dapat diuji di lapangan, bukan sekadar narasi normatif yang terdengar indah di ruang pemberitaan.
“Secara normatif pernyataan BULOG memang terdengar positif. Tapi fungsi media sebagai kontrol sosial tidak berhenti pada rilis semata. Harus ada pembuktian faktual,” tegas Endang yang akrab disapa Endang Nupo, Kamis (22/1/2026).
Ia mempertanyakan klaim penyerapan gabah dengan skema any quality dan angka serapan hingga ribuan ton yang disebut telah terealisasi.
“Petani mana saja yang sudah menerima harga Rp6.500 itu? Di kecamatan mana? Desa mana? Berapa ton per wilayah? Ini yang harus dibuka ke publik secara transparan,” ujarnya.
Endang menilai, di tengah kondisi banjir yang merendam ribuan hektare sawah di Karawang, potensi kesenjangan antara klaim kebijakan dan realisasi lapangan sangat besar. Oleh karena itu, ia meminta BULOG tidak bersikap defensif terhadap pengawasan media.
“Kalau BULOG benar-benar hadir untuk melindungi petani, seharusnya tidak alergi terhadap kontrol publik. Justru keterbukaan data akan memperkuat kepercayaan masyarakat,” katanya.
Ia juga menyoroti syarat teknis penyerapan gabah yang harus sudah dirontokkan dan bersih dari jerami. Menurutnya, ketentuan tersebut berpotensi menjadi hambatan terselubung, khususnya bagi petani kecil pascabanjir.
“Di lapangan, tidak semua petani punya fasilitas pascapanen yang memadai. Kalau syaratnya ketat, tapi di pernyataan disebut ‘any quality’, ini kontradiksi yang wajib dikritisi,” tegasnya.
AMKI Karawang, lanjut Endang, akan mendorong jurnalis di daerah untuk turun langsung ke desa-desa terdampak banjir, melakukan verifikasi, sekaligus membuka ruang bagi petani yang merasa belum tersentuh program serapan BULOG.
“Media bukan musuh BULOG. Media adalah mitra kritis agar kebijakan negara benar-benar sampai ke petani, bukan berhenti di meja birokrasi,” jelasnya.
AMKI menegaskan, pengawasan ini penting agar perlindungan harga gabah benar-benar dirasakan secara merata oleh petani, sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap peran BULOG sebagai penyangga pangan nasional, khususnya di Kabupaten Karawang yang dikenal sebagai lumbung padi Jawa Barat.
Penulis: Jauhari
Editor: Joe