Duka Banjaran, Humaira: Alarm Sosial Yang Tak Boleh Diabaikan

Bandung, Beritatandas.id – Seorang ibu di Banjaran, Kabupaten Bandung ditemukan meninggal dunia bersama dua anak laki-lakinya yang berusia 6 tahun dan 11 bulan, Jumat (05/09) pagi. Ketiganya diduga meninggal akibat bunuh diri.

Kepala Bidang Humas Polda Jabar Komisaris Besar Polisi Hendra Rochmawan telah mengkonfirmasi peristiwa tragis tersebut. Ia menjelaskan sang ibu diduga telah meracun kedua anaknya sebelum akhirnya mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di rumah kontrakannya.

“Iya benar ada kejadian tersebut, diduga bunuh diri, ditemukan juga surat wasiat,” ungkapnya saat dikonfirmasi.

Berdasarkan surat wasiat yang ditemukan di lokasi, korban menuliskan curahan hatinya mengenai himpitan ekonomi serta persoalan rumah tangga yang berat. Ia pun meminta maaf kepada keluarga dan anak-anaknya atas tindakannya tersebut.

Terkait hal tersebut, anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Humaira Zahrotun Noor angkat bicara. Ia mengatakan bahwa tragedi ini merupakan alarm sosial yang tak boleh diabaikan.

“Tragedi Banjaran adalah seruan, kita tidak boleh membiarkan satu pun keluarga merasa sendirian dalam menghadapi tekanan hidup. Empati, dukungan sosial dan keberanian untuk memberantas sumber-sumber kehancuran keluarga adalah jalan agar luka seperti ini tidak terulang,” katanya saat dimintai keterangan oleh tim media, Jumat (05/09).

Humaira juga mengatakan bahwa Tragedi ini mengajarkan kita bahwa perempuan memegang peran besar dalam keluarga. Namun, sering kali tekanan hidup, ekonomi, dan masalah sosial membuat mereka berada di titik paling rapuh.

“Perempuan harus diberdayakan, dilatih mandiri, dan diberi ruang untuk kuat menghadapi badai kehidupan. Kita perlu memastikan setiap perempuan mendapat ruang untuk berdaya, baik secara ekonomi, pendidikan, maupun mental,” tuturnya.

Menurut Humaira, ada dua hal yang mendesak yang harus kita hadapi bersama. Pertama, melawan akar masalah yang sering menjerumuskan keluarga seperti praktik judi online dan sistem hutang yang mencekik. Kedua, memperkuat daya tahan perempuan sebagai tiang keluarga agar tidak runtuh dalam tekanan.

“Perempuan yang kuat adalah benteng pertama bagi anak-anaknya, dan negara harus hadir mendukung kekuatan itu,” tambahnya.

Selain itu, Humaira juga mengingatkan bahwa, yang tak kalah penting anak-anak harus selalu dipandang sebagai penguat bukan beban.

“Mereka adalah alasan untuk bertahan, bukan alasan untuk menyerah. Kehadiran mereka semestinya menjadi cahaya yang menjaga setiap orang tua agar tetap tegar, meski dunia terasa gelap,” ungkapnya.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rekomendasi Berita Terkait
Transparansi Dipertanyakan, PT Chang Shin Indonesia Paksa Warga Terima Vendor Baru secara Sepihak

Transparansi Dipertanyakan, PT Chang Shin Indonesia Paksa Warga Terima Vendor Baru secara Sepihak

Microbus Terbakar di Tol Jakarta-Cikampek KM 55, Polres Karawang Pastikan Tidak Ada Korban Jiwa

Microbus Terbakar di Tol Jakarta-Cikampek KM 55, Polres Karawang Pastikan Tidak Ada Korban Jiwa

Geger Penemuan Mayat di Kotabaru Belum diketahui Identitasnya

Geger Penemuan Mayat di Kotabaru Belum diketahui Identitasnya