GEN MATIC: Ubah Menit di Sosmed Jadi Rupiah di Dompet, Dorong Kreativitas Digital Karawang

beritatandas.id – Media sosial bukan sekadar ruang untuk berbagi cerita dan mencari hiburan. Di tangan kreator yang kreatif dan produktif, media sosial dapat menjadi sumber penghasilan sekaligus pintu masuk menuju peluang usaha baru.

Semangat inilah yang diangkat dalam kegiatan GEN MATIC (Ubah Menit di Sosmed Jadi Rupiah di Dompet), program aspirasi dr. Hj. Cellica Nurrachadiana, Anggota Komisi IX DPR RI, yang berkolaborasi dengan Kementerian Ekonomi Kreatif dan KADIN Karawang.

Kegiatan ini diikuti 160 peserta yang terbagi dalam dua sesi, masing-masing diikuti 80 orang. Program ini menjadi ruang pembelajaran dan penguatan kapasitas bagi generasi muda, pelaku UMKM, serta masyarakat untuk memahami dan memanfaatkan potensi ekonomi digital secara produktif.

Dalam kegiatan tersebut, peserta didorong untuk melihat media sosial bukan hanya sebagai sarana konsumsi konten, tetapi juga sebagai platform untuk membangun kreativitas, memperluas jangkauan pasar, mempromosikan produk, dan menciptakan sumber pendapatan.

Karawang selama ini dikenal sebagai salah satu kawasan industri manufaktur terbesar di Indonesia. Namun, potensi daerah ini tidak berhenti pada sektor industri. Karawang juga memiliki peluang besar untuk tumbuh sebagai pusat ekonomi kreatif digital, dengan dukungan generasi muda, pelaku UMKM, dan ekosistem usaha yang terus berkembang.

KADIN Karawang mengambil peran strategis sebagai jembatan kolaborasi antara kreator digital, UMKM, pengusaha, dan pemerintah. Sinergi ini diharapkan mampu membuka akses terhadap pengetahuan, jejaring, serta peluang usaha yang lebih luas bagi masyarakat.

Dalam pesannya, Teh Celli mengajak peserta untuk berani mengambil peran dalam perkembangan ekonomi digital.

“Jangan hanya menjadi penonton dalam perkembangan ekonomi digital. Jadilah kreator, jadilah inovator, dan jadilah bagian dari generasi yang mampu mengubah kreativitas menjadi peluang, serta peluang menjadi kekuatan ekonomi,” ujar Teh Celli.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Industri Kreatif dan Pariwisata KADIN Karawang, Seno Budhi Arby, menegaskan pentingnya keberlanjutan program-program pemberdayaan ekonomi kreatif digital. Menurutnya, KADIN harus terus hadir dalam kegiatan positif yang mendorong peningkatan kapasitas masyarakat dan membuka peluang ekonomi baru.

“Besar harapan kami agar kegiatan seperti ini dapat berjalan secara berkelanjutan. KADIN harus senantiasa hadir dalam kegiatan-kegiatan positif yang mendorong kreativitas dan pemberdayaan masyarakat. KADIN bukan sekadar organisasi usaha, melainkan wadah dunia usaha yang memiliki mandat untuk memperjuangkan, membina, dan mengembangkan kepentingan dunia usaha, sekaligus turut berperan aktif dalam pembangunan ekonomi nasional,” ujar Seno.

Ia menambahkan, penguatan ekonomi kreatif digital membutuhkan kolaborasi yang konsisten antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Dengan dukungan ekosistem yang tepat, kreativitas digital dapat berkembang menjadi aktivitas ekonomi yang produktif dan berkelanjutan.

Melalui GEN MATIC, diharapkan lahir semakin banyak kreator dan pelaku usaha digital dari Karawang yang mampu memanfaatkan teknologi secara cerdas, membangun usaha secara mandiri, serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Kreativitas yang dipadukan dengan literasi digital dan semangat kewirausahaan menjadi modal penting untuk menjadikan Karawang tidak hanya sebagai kota industri manufaktur, tetapi juga sebagai daerah yang berkembang melalui kekuatan ekonomi kreatif digital.(rls/Lex)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rekomendasi Berita Terkait
Bangun Sinergitas TNI-Polri, Personel Polsek Klari Sambangi Makoramil 0412/Klari

Bangun Sinergitas TNI-Polri, Personel Polsek Klari Sambangi Makoramil 0412/Klari

Mutasi 60 Karyawan PT Chang Shin Disinyalir Rekayasa Batalkan Loker Gratis, Baraya Jomin Barat Bersatu Ancam Lawan

Mutasi 60 Karyawan PT Chang Shin Disinyalir Rekayasa Batalkan Loker Gratis, Baraya Jomin Barat Bersatu Ancam Lawan

Dalih Efisiensi Jadi “Topeng”? Kebijakan Mutasi Massal Chang Shin Picu Keresahan Publik Kotabaru

Dalih Efisiensi Jadi “Topeng”? Kebijakan Mutasi Massal Chang Shin Picu Keresahan Publik Kotabaru