
Beritatandas.id – Dalam momentum Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Barat, Anggota DPRD Jawa Barat H.M. Sidkon Dj menyampaikan apresiasi atas berbagai capaian Jawa Barat.
Namun demikian, ia juga mengingatkan masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan demi kesejahteraan rakyat Jawa Barat.
Jawa Barat Juara di Berbagai Bidang
Sidkon menyebut Jawa Barat memiliki banyak keunggulan dibanding provinsi lain. Pertama, wilayahnya sangat luas. Kedua, jumlah penduduk terbesar di Indonesia, dengan lebih dari 50 juta jiwa.
Selain itu, Jawa Barat juga menjadi pusat perguruan tinggi ternama, baik negeri maupun swasta.
“Di sini gudangnya akademisi baik negeri maupun swasta. Ada ITB, Unpad, UIN, IPB, Telkom University, Unisba, Unpar, Maranatha, hingga Universitas Muhammadiyah. Artinya Jawa Barat punya potensi luar biasa di bidang pendidikan,” kata Sidkon dalam rilis yang diterima wartawan pada Selasa, 19 Agustus 2025
Potensi alam dan sumber daya manusia yang besar, ditambah jumlah pesantren terbanyak di Indonesia, juga menjadi keunggulan Jawa Barat. “Sekitar 28 persen pesantren ada di Jawa Barat. Bahkan kita punya Perda Nomor 1 Tahun 2021 tentang Fasilitasi Penyelenggaraan Pesantren, sebagai payung hukum dan merupakan Perda pertama secara nasional. Fenoenal.” jelasnya.
Tertinggal dari Provinsi Tetangga
Meski memiliki banyak predikat juara, Sidkon mengingatkan bahwa Jawa Barat juga memiliki kelemahan dibanding Jawa Tengah dan Jawa Timur. Salah satunya jumlah kabupaten/kota, kecamatan, dan desa yang lebih sedikit.
“Jawa Tengah punya desa sebanyak 8.563 desa, sementara Jawa Timur memiliki 8.494 desa, sementara Jawa Barat baru 5.311. Ini berdampak pada kecilnya bantuan dari pemerintah pusat yang masuk ke Jawa Barat. Sederhananya demikian.” tegas Sidkon.
Pentingnya Pemekaran Daerah
Untuk menutup kesenjangan tersebut, Sidkon menekankan pentingnya percepatan pemekaran daerah.
“Kita sudah mengajukan 9 calon daerah otonomi baru (DOB), ditambah Cirebon Timur yang kini sedang menunggu di-paripurnakan DPRD Jawa Barat. Jika disetujui, total ada 10 Calon DOB baru di Jawa Barat,” ungkapnya.
Sinergi Pemerintah dan Akademisi
Lebih jauh, Sidkon menekankan perlunya sinergi antara Gubernur Jawa Barat dengan DPRD, antar-organisasi perangkat daerah, serta dunia akademisi.
“Beberapa kebijakan gubernur akhir-akhir ini dikritisi oleh fraksi di DPRD. Kalau ada komunikasi yang baik, pasti ada solusi bersama. Selain itu, perguruan tinggi di Jawa Barat harus dilibatkan secara aktif, dalam perencanaan berbasis kajian akademis. Dengan begitu, kebijakan pemerintah provinsi lebih terarah,” katanya.
Mendukung Program Pemprov Jabar
Di akhir pernyataannya, Sidkon menyatakan dukungan penuh terhadap gerakan Jawa Barat Hijau yang digagas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
“Semoga pemerintahan Jawa Barat ke depan semakin sinergis dengan berbagai pihak, demi kesejahteraan rakyat. Hatur nuhun, wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,” tutup Sidkon.***