Humaira: Narasi Jeda Sekolah dan Nikah Muda Berisiko Menyesatkan Kelompok Rentan

beritatandas.id – Humaira menilai maraknya narasi jeda sekolah yang disertai promosi pernikahan di usia muda perlu dikritisi secara serius, terutama dari sudut pandang kebijakan publik dan keadilan sosial. Ia menegaskan bahwa persoalan tersebut tidak bisa disederhanakan sebagai pilihan hidup individual.

“Pendidikan dalam kebijakan publik adalah hak anak yang wajib dijamin negara, bukan preferensi personal yang bisa dinegosiasikan,” kata Humaira. Menurutnya, normalisasi jeda sekolah berpotensi meningkatkan angka putus sekolah permanen, khususnya di kelompok masyarakat dengan kondisi ekonomi tidak stabil.

Terkait pernikahan di usia 19 tahun, Humaira mengakui bahwa pengalaman setiap orang berbeda dan tidak bisa digeneralisasi. Namun, ia menekankan bahwa kebijakan tidak boleh dibangun dari kisah-kisah yang berhasil saja. “Secara struktural, pernikahan dini tetap membawa risiko ketergantungan ekonomi dan memperdalam ketimpangan gender, terutama bagi anak perempuan,” ujarnya.

Humaira juga menyoroti konteks kelas dalam penyebaran narasi tersebut. Ia menilai, pengalaman menikah muda yang lahir dari kondisi finansial relatif aman tidak bisa dilepaskan dari privilege. Ketika narasi itu dikonsumsi oleh masyarakat yang sedang terdesak secara ekonomi, pernikahan berisiko dipersepsikan sebagai solusi instan atas kemiskinan dan ketidakpastian hidup.

“Di sinilah bahayanya. Yang satu berbagi pengalaman, yang lain menanggung konsekuensinya seumur hidup,” tegas Humaira.

Ia menambahkan, anak berhenti sekolah umumnya bukan karena pilihan bebas, melainkan karena mahalnya biaya pendidikan, lemahnya jaminan sosial, dan absennya negara. Oleh karena itu, menurut Humaira, solusi yang ditawarkan seharusnya berfokus pada penguatan sistem pendidikan dan perlindungan sosial, bukan pada penggeseran anak keluar dari sekolah.

“Jika negara serius melindungi generasi muda, maka kebijakannya harus memperkuat akses pendidikan dan jaring pengaman sosial. Bukan membungkus kegagalan sistem dengan narasi yang terdengar bijak,” tutupnya.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rekomendasi Berita Terkait
Diduga Terlibat Tawuran, Seorang Pelajar Alami Luka Berat di Klari, Polisi Lakukan Penyelidikan

Diduga Terlibat Tawuran, Seorang Pelajar Alami Luka Berat di Klari, Polisi Lakukan Penyelidikan

Personil Polsek Klari Bersama Tim Inafis Polres Karawang Cek TKP Tawuran dan Bawa korban Luka Ke Rumah Sakit Untuk Mendapatkan Penanganan Medis ‎

Personil Polsek Klari Bersama Tim Inafis Polres Karawang Cek TKP Tawuran dan Bawa korban Luka Ke Rumah Sakit Untuk Mendapatkan Penanganan Medis ‎

Tragedi Dawuan Barat Kelalaian Sopir Truk dan Gelapnya PJU Karawang Bukti Nyata Abaikan Keselamatan Publik

Tragedi Dawuan Barat Kelalaian Sopir Truk dan Gelapnya PJU Karawang Bukti Nyata Abaikan Keselamatan Publik