Keluarga Besar Majlis Taklim Nurul Jannah Kosambi II, Santuni Anak Yatim sebagai Tanda Syukur

beritatandas.id –  Keluarga besar Majlis Ta’lim Nurul Jannah menggelar kegiatan Santunan Anak Yatim dengan tema, “Indahnya Berbagi Kebahagiaan Untuk Memperkuat Ukhuwah Islamiyah” Kegiatan ini dilakukan dalam rangka Bulan Muharram 1447 Hijriyah yang bertempat di Halaman masjid Jami Nurul Jannah yang beralamat di Dusun Kosambi II Babakan Bogor Desa Duren, Kec Klari, Karawang. Sabtu pagi (11/07/2026).

‎Bulan Muharram merupakan bulan pertama dalam kalender hijriah. Selain itu juga Muharram merupakan bulan yang mulia dalam pandangan Allah swt. Ia memiliki berbagai keutamaan dan mempunyai sejarah penting dalam sejarah umat Islam. Salah satu amalan yang mulia pada bulan tersebut adalah menyantuni anak yatim dan mengusap kepalanya.

‎Dalam ajaran Islam, menyantuni anak yatim merupakan perbuatan yang memiliki beberapa keutamaan terutama di bulan Muharram ini. Maka dari itu, bagi umat Islam yang dapat merawat dan menyantuni anak yatim, maka dia akan mendapatkan pahala yang istimewa.

‎Perlu diketahui bahwa, mengusap kepala anak yatim adalah anak berusia belum baligh yang tidak memiliki ayah, sebab ditinggal wafat, sehingga kasih sayang seorang ayah tidak ia dapatkan.

‎Bulan Muharram yang seringkali disebut sebagai bulannya anak yatim, terlebih pada 10 Muharram banyak sekali momentum yang dapat kita kerjakan sebagai amal saleh. Biasanya masyarakat akan mengadakan kegiatan santunan dan mengusap kepala yatim.

‎عَنْ أَبِي أُمَامَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ مَسَحَ رَأْسَ يَتِيمٍ لَمْ يَمْسَحْهُ إِلَّا لِلَّهِ كَانَ لَهُ بِكُلِّ شَعْرَةٍ مَرَّتْ عَلَيْهَا يَدُهُ حَسَنَاتٌ وَمَنْ أَحْسَنَ إِلَى يَتِيمَةٍ أَوْ يَتِيمٍ عِنْدَهُ كُنْتُ أَنَا وَهُوَ فِي الْجَنَّةِ كَهَاتَيْنِ وَفَرَّقَ بَيْنَ أُصْبُعَيْهِ السَّبَّابَةِ وَالْوُسْطَى

‎Artinya: Diriwayatkan dari Umamah, sesungguhnya Nabi bersabda: Barang siapa mengusap kepala yatim semata-mata karena Allah, maka setiap rambut yang ia usap memperoleh satu kebaikan. Barang siapa berbuat baik kepada yatim di sekitarnya, maka ia denganku ketika di surga seperti dua jari ini. Nabi menunjukkan dua jarinya; jari telunjuk dan jari tengahnya. ( hadits: Musnad Ahmad, 7/36 ).

Keluarga Besar Majlis Ta’lim Nurul Jannah.

‎Ketua Majlis Ta’lim Nurul Jannah Hj. Acih mengatakan kegiatan santunan dilaksanakan secara bergoyong royong oleh ibu ibu Majlis Ta’lim Nurul Jannah dan warga Dusun Babakan Bogor Kosambi II.

‎“Kami berharap kegiatan ini meningkatkan iman dan taqwa dengan segala cara untuk mendekatkan diri dan meraih ridla Allah SWT serta memupuk ukhuwah islamiyah, utamanya dalam kepedulian terhadap anak yatim,” papar Hj. Acih.

‎Hj. Acih, juga mengingatkan pentingnya memperkuat ukhuwah islamiyah (persaudaraan antar sesama umat Islam), terlebih dalam gerakan sosial.

‎“Merawat dan memperkuat ukhuwah islamiah itu sangat penting agar umat Islam bahu membahu, saling bantu dan menguatkan, apalagi dalam memberikan perhatian kepada anak yatim-piatu,” ujarnya.

‎Selain itu, lanjutnya, juga untuk menumbuhkan kesadaran diri agar rela membelanjakan hartanya di jalan Allah SWT dengan cara menyantuni anak yatim, “Umat Islam tidak perlu takut menjadi fakir atau miskin karena memberi sedekah.

‎“Kita mulai dari yang terkecil, dengan mengajak masyarakat untuk berbagi dengan sesama yang membutuhkan,” pungkasnya. (Lex)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rekomendasi Berita Terkait
Lestarikan Budaya Sunda, Sri Rahayu Apresiasi Grand Final Pasanggiri Jaipongan Kreasi “Singaperbangsa”

Lestarikan Budaya Sunda, Sri Rahayu Apresiasi Grand Final Pasanggiri Jaipongan Kreasi “Singaperbangsa”

Humaira Zahrotun Noor Tinjau Rumah Ambruk di Ibun, Rumah Aspirasi Kang Cucun Siap Bangun Kembali Hunian Abah Oman

Humaira Zahrotun Noor Tinjau Rumah Ambruk di Ibun, Rumah Aspirasi Kang Cucun Siap Bangun Kembali Hunian Abah Oman

Acep Jamaludin: Datang ke TPS Bukan Sekadar Memilih, Tapi Menentukan Arah Kepemimpinan Daerah

Acep Jamaludin: Datang ke TPS Bukan Sekadar Memilih, Tapi Menentukan Arah Kepemimpinan Daerah