
Mandalika, Beritatandas.id – Ajang balap bergengsi Mandalika of Speed tinggal menghitung hari. Sejumlah tim peserta Kejuaraan Nasional Indonesia Touring Car Race (ITCR) mulai memanfaatkan kesempatan dengan mengikuti sesi latihan berbayar di Pertamina Mandalika International Circuit. Para pembalap yang baru pertama kali mencicipi lintasan ikonik di Lombok Tengah ini mengaku sangat terkesan, baik dari segi teknis maupun atmosfer yang ditawarkan sirkuit kebanggaan Indonesia tersebut.
Salah satu pembalap muda yang menyorot perhatian adalah Leo Bagas dari tim GT Garage. Kepada media, Leo menyampaikan rasa kagumnya terhadap Mandalika.
“Ini pertama kalinya saya ke Sirkuit Mandalika. Aspalnya memuaskan, bersih, dan rapi. Tadi sempat sedikit keluar jalur pas latihan, tapi tidak masalah, semuanya oke. Semoga di event kali ini kami bisa juara,” ucap Leo sambil tersenyum.
Leo, yang sebelumnya aktif di dunia speed off-road dan rally, menyebut pengalaman balap di Mandalika sebagai “level yang berbeda” dibandingkan dengan sirkuit lainnya.
“Kalau dibandingkan dengan Sentul, perbedaannya jauh sih. Aspal di Mandalika lebih halus, lebih _safety,_ dan _overall experience_ -nya lebih baik. Mandalika keren luar biasa,” tambahnya.
Selain Leo, duo pembalap muda dari tim Rehobat Racing, Rava dan Akheel, juga memberikan testimoni positif terhadap sirkuit. Meski baru pertama kali turun di Mandalika, mereka langsung terpikat dengan kualitas trek dan fasilitasnya.
“Sirkuitnya top! Aspalnya mulus banget, masih fresh semua. Track-nya enak, sirkuitnya indah, dan fasilitasnya bersih serta nyaman. Yang kami tunggu-tunggu dari ajang ini ya pastinya lintasannya, tapi juga karena bisa sekalian liburan juga, seru banget,” ujar Rava.
Akheel menambahkan bahwa sebelumnya mereka hanya sempat menjajal lintasan lewat simulator, namun sensasi langsung di atas aspal Mandalika ternyata jauh lebih mengesankan.
“Kalau dibandingin dengan Sepang, mungkin ini aspalnya lebih enak karena masih baru. Target kami semaksimal mungkin ya… kalau bisa sih, juara satu,” ungkap Akheel optimistis.
Menanggapi antusiasme dan pujian dari para pembalap ITCR, Priandhi Satria, Direktur Utama MGPA (Mandalika Grand Prix Association), menyambut baik reaksi positif tersebut. Ia menyebut hal ini sebagai cerminan komitmen MGPA dalam menyediakan fasilitas balap berstandar internasional.
“Kami senang mendengar para pembalap merasa puas dengan pengalaman pertama mereka di Mandalika. Ini membuktikan bahwa investasi dalam perawatan lintasan, kebersihan paddock, hingga penyempurnaan fasilitas tidak sia-sia,” ujar Priandhi.
Lebih lanjut, Priandhi menekankan bahwa Mandalika tidak hanya menjadi tempat untuk kompetisi, tetapi juga destinasi motorsport yang mendukung pembinaan talenta nasional.
“Event seperti Mandalika of Speed adalah ruang bagi para pembalap Indonesia untuk berkembang, bertemu, dan belajar dari satu sama lain. Dan kami di MGPA berkomitmen menjadikan Mandalika sebagai rumah yang nyaman dan kompetitif bagi semua level pembalap,” ungkap Priandhi.
Direktur Utama MGPA, Priandhi Satria, menegaskan bahwa seluruh langkah strategis yang diambil MGPA hingga saat ini senantiasa sejalan dengan kebijakan dan arahan dari ITDC Holding, sebagai entitas di bawah naungan InJourney Group, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berfokus pada pengembangan sektor pariwisata dan industri pendukungnya. Ia menyampaikan bahwa ITDC terus memainkan peran penting dalam mendorong pengembangan destinasi pariwisata yang berkelanjutan di Indonesia, termasuk melalui optimalisasi kawasan Mandalika sebagai pusat kegiatan _sport tourism_ nasional maupun internasional.
Lebih lanjut, Priandhi menekankan pentingnya semangat kolaborasi serta rasa kepemilikan kolektif terhadap keberadaan sirkuit balap nasional. “Pertamina Mandalika International Circuit bukanlah milik MGPA semata, melainkan merupakan aset milik seluruh rakyat Indonesia. Sudah sepatutnya kita rawat dan kembangkan bersama secara profesional, penuh tanggung jawab, dan dengan rasa bangga demi mengharumkan nama bangsa,” ujarnya.
Priandhi juga mengajak seluruh elemen masyarakat, pelaku industri, komunitas otomotif, serta para pemangku kepentingan lainnya untuk turut berperan aktif dalam mengembangkan potensi besar yang dimiliki Mandalika. “Mari kita bersama-sama memberikan kontribusi terbaik guna mengangkat citra Indonesia melalui beragam kegiatan yang diselenggarakan di Pertamina Mandalika International Circuit,” tutupnya.
Dengan atmosfer yang mulai memanas, sirkuit yang kian siap, dan semangat para pembalap yang membuncah, Mandalika of Speed 2025 dipastikan akan menjadi ajang yang penuh aksi dan inspirasi. Tinggal menghitung hari sebelum mesin-mesin bergemuruh di bawah langit Lombok, siap mengukir sejarah baru di lintasan Mandalika. (MGPA)