
Beritatandas.id – Suasana hangat dan penuh semangat akademik terasa di Ruang Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat, Kamis (12/6/2025), saat delegasi mahasiswa dan dosen dari Fakultas Hukum Universitas Islam Bandung (UNISBA) dan Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia diterima secara resmi dalam rangka kegiatan pertukaran pelajar bertema “Pengenalan Sistem Hukum di Negara ASEAN: Studi Perbandingan Indonesia dan Malaysia.”
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Mobility Student Centre of Foundation Studies yang bertujuan memberikan pengalaman belajar lintas negara bagi mahasiswa hukum, khususnya dalam memahami perbedaan dan kesamaan sistem hukum di kawasan ASEAN.
Anggota Komisi I DPRD Jabar, HM. Sidkon Dj., SH, MM., yang menerima langsung kunjungan ini, menyampaikan apresiasinya atas upaya akademik lintas negara tersebut. Menurutnya, kunjungan seperti ini penting untuk memperkuat diplomasi pendidikan dan memperluas wawasan mahasiswa dalam memahami praktik politik dan hukum di tingkat legislatif.
“Kami merasa terhormat bisa menjadi bagian dari program akademik ini. Ini bukan sekadar kunjungan, tapi juga bentuk nyata pertukaran intelektual antara dua negara serumpun,” ujarnya.
Selama dialog berlangsung, mahasiswa berkesempatan untuk menggali langsung berbagai aspek sistem politik daerah di Indonesia, mulai dari pembentukan daerah pemilihan (Dapil), mekanisme pengawasan terhadap kepala daerah, hingga proses legislasi Peraturan Daerah (Perda). Salah satu topik yang menarik perhatian adalah pembahasan soal penggunaan hak angket oleh DPRD sebagai instrumen kontrol terhadap potensi penyalahgunaan kekuasaan oleh eksekutif.
“Pendidikan politik tidak cukup hanya di kelas. Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa dapat melihat secara langsung bagaimana hukum dan politik dijalankan dalam konteks nyata pemerintahan daerah,” ujar Sidkon.
Kegiatan ini dinilai tidak hanya bermanfaat bagi mahasiswa, tetapi juga membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara institusi pendidikan tinggi di Indonesia dan Malaysia, khususnya dalam bidang studi hukum dan tata kelola pemerintahan.
Dengan semangat ASEAN yang inklusif dan kolaboratif, kunjungan ini menjadi contoh bagaimana dunia pendidikan bisa menjadi jembatan diplomatik yang strategis dan berdampak jangka panjang bagi generasi muda di kawasan.
Redaksi