
Karawang, beritatandas.id – Slogan “Karawang Maju” seolah menjadi tamparan keras bagi realita kesehatan di lapangan. Fasilitas kesehatan nomor satu di Kabupaten Karawang, RSUD Karawang, kini tengah menjadi sorotan tajam. Bukan karena prestasinya, melainkan karena krisis mendasar yang memalukan yaitu kelangkaan Brankar (Ranjang Dorong Pasien).
Kondisi ini bukan sekadar kendala teknis, melainkan ancaman nyawa bagi warga, terutama mereka yang datang dari pelosok desa dengan kondisi kritis.
Hasil pantauan awak media beritatandas.id, keluhan masyarakat menggambarkan potret memilukan di gerbang RSUD. Pasien yang datang dari jauh menempuh perjalanan berjam-jam dari wilayah pelosok Karawang terpaksa harus tertahan di dalam ambulans atau mobil pribadi karena tidak ada blangkar yang tersedia.
Kondisi di lapangan menunjukkan realita. Pasien yang datang dengan kondisi kritis terpaksa tertahan bahkan berhari-hari menggunakan blangkar ambulan, namun dalam kondisi penanganan tim medis sambil menunggu mendapat giliran masuk ruang rawat inap, karena jika pasien diturunkan tanpa blangkar tersedia, pilihannya hanya satu tergeletak di lantai.
Para sopir ambulans dan keluarga pasien kini harus merangkap tugas sebagai penjaga gawang fasilitas. Brangkar ambulans yang seharusnya segera kembali ke desa untuk keadaan darurat lain, justru “disandera” oleh birokrasi dan ketidaksiapan RSUD Karawang.
“Kami datang jauh-jauh dari pelosok, sampai sini malah disuruh nunggu karena blangkarnya habis. Kalau pasien meninggal di jalan siapa yang tanggung jawab? Ini RSUD atau gudang?” keluh salah satu keluarga pasien dengan nada emosi, pada Jumat (24/4/2026)
Pemerintah Kabupaten Karawang diminta cepat tanggap mengatasi urusan brangkar, jangan terkesan menutup mata dan telinga, karena anggaran kesehatan yang dikelola harusnya bisa menjamin hal-hal fundamental seperti ketersediaan brankar, karena masyarakat butuh kepastian bahwa saat mereka sakit, rumah sakit harus siap menyambut, bukan menelantarkan.
Terkait darurat blangkar pihak RSUD belum berhasil di konfirmasi awak media beritatandas.id. ***