Sri Rahayu: Pilkades Digital Solusi Untuk Mewujudkan Demokrasi Desa Yang Lebih Transparan, Efisien, Akuntabel, Sekaligus Hemat Anggaran.

beritatandas.id – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Golkar, Hj. Sri Rahayu, SH, menggandeng Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Karawang menggelar sosialisasi Pilkades Digital dalam agenda Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Tahun Anggaran 2026 di Kecamatan Cilebar, Karawang. Jumat (26/06/2026).

Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat sekaligus memastikan kesiapan Kabupaten Karawang menghadapi Pilkades Serentak 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada November mendatang.

Dalam paparannya, Sri Rahayu menegaskan bahwa Pilkades Digital merupakan solusi untuk mewujudkan demokrasi desa yang lebih transparan, efisien, akuntabel, sekaligus hemat anggaran.

‎”Sebetulnya sistem digital ini lebih mudah dan lebih murah karena sejalan dengan kebijakan efisiensi anggaran. Digitalisasi menjadi solusi agar penyelenggaraan Pilkades semakin efektif tanpa mengurangi kualitas demokrasi di tingkat desa,” ujarnya.

Ia mengatakan, keberhasilan Pilkades Digital di sembilan desa pada 2025 telah membuktikan kesiapan masyarakat Karawang dalam beradaptasi dengan teknologi. Bahkan, Karawang kini menjadi daerah percontohan nasional dan banyak dipelajari daerah lain.

‎”Di Jawa Barat hanya Karawang dan Cianjur yang akan melaksanakan Pilkades secara penuh menggunakan sistem digital. Ini menjadi kebanggaan sekaligus tantangan agar Karawang kembali sukses,” katanya.

Sri Rahayu menambahkan, DPRD Provinsi Jawa Barat akan terus mengawal pelaksanaan Pilkades Digital melalui fungsi pengawasan agar berjalan sesuai regulasi dan menjadi model digitalisasi pemerintahan desa di Indonesia.

‎Ia juga mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat pada Pilkades Digital 2025 yang mencapai rata-rata lebih dari 60 persen.

‎”Digitalisasi tidak mengurangi antusiasme masyarakat. Justru proses pemungutan suara menjadi lebih cepat, tertib, transparan, dan efisien,” ungkapnya.

‎Meski demikian, Sri Rahayu mengingatkan bahwa keberhasilan Pilkades tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga komitmen para calon kepala desa, tim sukses, panitia, dan masyarakat dalam menjaga kondusivitas.

Ia juga mengimbau masyarakat tidak mudah mempercayai informasi mengenai jadwal Pilkades yang beredar di media sosial sebelum ada keputusan resmi dari Pemerintah Kabupaten Karawang.

Sementara itu, Kepala DPMD Kabupaten Karawang, Muhamad Syaefulloh, menyebut Pilkades Serentak 2026 akan digelar di 67 desa, termasuk dua desa di Kecamatan Cilebar, yakni Desa Tanjungsari dan Desa Ciptamarga.

Menurutnya, persiapan telah dilakukan sejak April 2026 melalui pemutakhiran data pemilih agar tidak terjadi data ganda maupun pemilih yang terlewat.

“Validasi data sangat penting karena setelah Daftar Pemilih Tetap ditetapkan tidak ada lagi penambahan pemilih. Oleh sebab itu kami melakukan pemutakhiran sejak awal,” jelasnya.

Syaefulloh menambahkan, keberhasilan Pilkades Digital 2025 membuat Karawang menjadi daerah rujukan nasional dalam penerapan pemilihan kepala desa berbasis digital.

‎”Banyak daerah datang belajar ke Karawang. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk mempertahankan keberhasilan tersebut pada Pilkades Serentak 2026,” pungkasnya. (Lex)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rekomendasi Berita Terkait
Langkah Cepat Camat Baru, Ahmad Mustopa Pimpin Koordinasi Keamanan dan Kebersihan di Kecamatan Kotabaru

Langkah Cepat Camat Baru, Ahmad Mustopa Pimpin Koordinasi Keamanan dan Kebersihan di Kecamatan Kotabaru

Gebrakan Baru, Kantor Desa Sarimulya Layani Warga Mulai Pukul 06.00 WIB

Gebrakan Baru, Kantor Desa Sarimulya Layani Warga Mulai Pukul 06.00 WIB

Sri Rahayu Terima Keluhan Warga Desa Pasirkamuning Terkait Draenase

Sri Rahayu Terima Keluhan Warga Desa Pasirkamuning Terkait Draenase