Acep Jamaludin Paparkan Solusi Penanganan Sampah dalam Agenda Pengawasan Pemerintahan

Cimahi – Acep Jamaludin menggelar agenda Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan di Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Senin (25/05). Dalam kegiatan tersebut, pria yang akrab disapa Kang Ajam itu memaparkan kondisi persoalan sampah di Kota Cimahi sekaligus mengajak masyarakat untuk ikut terlibat dalam penanganannya mulai dari lingkungan rumah tangga.

Menurut Acep, persoalan sampah di Kota Cimahi saat ini membutuhkan perhatian serius karena volume sampah yang terus meningkat belum sepenuhnya dapat tertangani. Ia menjelaskan, produksi sampah di Kota Cimahi mencapai sekitar 240 ton per hari. Namun, dari jumlah tersebut hanya sekitar 119 ton yang dapat dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti.

“Sisanya diolah pemerintah Kota Cimahi melalui TPST sekitar hampir 80 ton, tetapi masih ada sekitar 46 ton sampah per hari yang belum tertangani. Kalau sehari 46 ton, dikalikan satu bulan, tentu sampah akan terus menumpuk di berbagai tempat,” ujarnya.

Acep menuturkan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat saat ini tengah menyiapkan solusi jangka panjang melalui pembangunan Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Legok Nangka yang ditargetkan selesai pada tahun 2029 dengan anggaran mencapai Rp3 triliun. Namun demikian, menurutnya kondisi saat ini membutuhkan langkah cepat agar penumpukan sampah tidak semakin parah.

Ia mengatakan, berbagai upaya jangka pendek terus dilakukan, salah satunya melalui penguatan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di sejumlah wilayah. Bantuan dari World Bank, pemerintah provinsi, hingga dukungan fasilitas pengolahan sampah seperti mesin, kendaraan operasional, dan motor sampah juga telah disalurkan untuk mendukung pengelolaan sampah di Kota Cimahi.

“Sekarang sudah disiapkan TPST di wilayah Melong agar sampah bisa diolah. Kalau sudah diolah, maka residu buangannya akan lebih sedikit,” katanya.

Acep juga menjelaskan bahwa TPA Sarimukti saat ini sudah mengalami over capacity sehingga tidak memungkinkan seluruh sampah dari daerah sekitar dibuang ke lokasi tersebut. Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Kementerian Lingkungan Hidup, lanjutnya, tengah menyiapkan pengolahan sampah di Sarimukti menjadi energi listrik yang direncanakan mulai dibangun pada tahun 2027.

Meski demikian, ia menilai penanganan dari masyarakat tetap menjadi faktor paling penting dalam mengurangi volume sampah harian di Kota Cimahi. Karena itu, dirinya mengimbau masyarakat mulai melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga.

“Masyarakat harus mulai memilah sampah dari rumah. Mana yang bisa diolah, mana yang bisa dijual, dan mana yang menjadi residu. Di Cimahi juga ada program bank sampah di tingkat RW untuk mendaur ulang sampah yang masih bisa dimanfaatkan,” ungkapnya.

Ia pun memastikan akan menyampaikan aspirasi masyarakat terkait kebutuhan bantuan pengolahan sampah, termasuk pengembangan budidaya maggot dan program pengelolaan sampah lainnya kepada Pemerintah Kota Cimahi agar penanganan sampah dapat dilakukan lebih maksimal dan berkelanjutan.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rekomendasi Berita Terkait
Wakil Ketua DPRD Jabar Acep Jamaludin: Penguatan Balai Benih Hortikultura Penting untuk Dukung Ketahanan Pangan Jawa Barat

Wakil Ketua DPRD Jabar Acep Jamaludin: Penguatan Balai Benih Hortikultura Penting untuk Dukung Ketahanan Pangan Jawa Barat

Acep Jamaludin: Penambahan Kuota TPA Sarimukti Bantu Kurangi Penumpukan Sampah di Kota Bandung

Acep Jamaludin: Penambahan Kuota TPA Sarimukti Bantu Kurangi Penumpukan Sampah di Kota Bandung

Humaira bersama Keluarga Hadir di Haul ke-20 Almarhumah Hj. Halimah binti Abah Ihum

Humaira bersama Keluarga Hadir di Haul ke-20 Almarhumah Hj. Halimah binti Abah Ihum