
Bandung- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat, Humaira Zahrotun Noor, melakukan kunjungan kerja ke Desa Cipelah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Kamis (9/10).
Kunjungan ini bertujuan untuk menggali potensi lokal yang dimiliki desa sekaligus mendengar langsung berbagai tantangan yang dihadapi oleh masyarakat setempat.
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat bersama aparat desa, tokoh masyarakat, dan perwakilan warga, Humaira menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat pedesaan agar mendapat perhatian lebih dari pemerintah provinsi.
“Desa Cipelah memiliki kekayaan alam dan potensi wisata yang luar biasa, seperti memiliki lokasi yang strategis di antara kawasan wisata Ciwidey dan pantai selatan, membuatnya berpotensi besar untuk berkembang,” ujarnya.
Namun, menurut Humaira, desa ini masih menghadapi beberapa tantangan, seperti pernikahan dini, stunting, dan infrastruktur yang belum memadai.
“Oleh karena itu, perbaikan infrastruktur jalan menjadi kebutuhan mendesak, terutama Jalan Leuwikudang sampai Cirendeu yang menghubungkan Bandung dan Cianjur,” katanya.
Selain itu, Desa Cipelah juga memiliki potensi besar dengan industri gula aren, pertanian, perkebunan, dan wisata alam seperti Curug Cipelah. Dengan pengelolaan baik, potensi ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Dengan perbaikan infrastruktur dan penanganan tantangan lainnya, diharapkan Desa Cipelah ini dapat menjadi lebih maju dan sejahtera, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya melalui pertumbuhan ekonomi dan pariwisata lokal,” tuturnya.
Kunjungan ini juga menjadi bagian dari agenda reses DPRD Jawa Barat, di mana setiap anggota dewan turun langsung ke daerah pemilihannya untuk menyerap aspirasi masyarakat.
“Kami tidak ingin pembangunan hanya terpusat di kota-kota besar. Keadilan pembangunan harus sampai ke desa-desa seperti Cipelah,” tambahnya.
Masyarakat dan pemerintah desa menyambut baik kedatangan Humaira dan berharap kunjungan ini membawa dampak positif bagi perkembangan Desa Cipelah ke depan.***