
Kabupaten Bandung — Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Humaira Zahrotun Noor, melaksanakan kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan dengan fokus pada urusan pemberdayaan perempuan di Kabupaten Bandung, Sabtu (21/11).
“Pengawasan ini saya lakukan sebagai upaya untuk memastikan bahwa seluruh program perangkat daerah berjalan sesuai ketentuan, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi perempuan di berbagai lapisan masyarakat,” ujar Humaira.
Dalam agenda pengawasan tersebut, Humaira meninjau sejumlah program strategis, mulai dari peningkatan kapasitas perempuan, pelibatan perempuan dalam pembangunan, hingga langkah pemerintah daerah dalam mencegah kekerasan berbasis gender.
Peninjauan tidak hanya dilakukan melalui pemeriksaan dokumen perencanaan dan pelaksanaan program, tetapi juga melalui dialog langsung bersama masyarakat dan penerima manfaat di lapangan,” katanya.
Melalui interaksi dengan warga, Humaira melihat secara langsung capaian program maupun hambatan yang masih dihadapi perempuan, terutama kelompok perempuan rentan, ibu rumah tangga, dan pelaku UMKM. Ia menerima berbagai masukan terkait kebutuhan peningkatan akses pelatihan keterampilan, pendampingan usaha, serta penguatan jaringan perlindungan perempuan dari kekerasan.
Humaira menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan harus menjadi prioritas pembangunan daerah.
“Pemberdayaan perempuan adalah fondasi keluarga dan masyarakat yang kuat. Saya ingin memastikan bahwa setiap program yang disusun benar-benar dirasakan manfaatnya,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa pemberdayaan tidak hanya soal menyediakan ruang pelatihan, tetapi membutuhkan kebijakan yang akuntabel, responsif gender, dan berkelanjutan.
“Oleh karena itu, pengawasan ini menjadi momentum penting untuk mendorong agar program-program pemerintah berjalan optimal,” tuturnya.
Ke depan, Humaira berharap sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan semakin diperkuat.
“Dengan kolaborasi yang solid, saya meyakini program pemberdayaan perempuan di Kabupaten Bandung dapat semakin efektif, inklusif, dan menjangkau lebih banyak perempuan yang membutuhkan,” tambahnya.***