Komisi II DPRD Jabar Dukung BRPI KKP Jalin Kerjasama dengan Pesantren

beritatandas.id, BANDUNG – Ketua Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat Rahmat Hidayat Djati mengapresiasi langkah Balai Riset Pemuliaan Ikan Kementerian Kelautan dan Perikanan (BRPI KKP) yang menggandeng Pondok Pesantren Minhajut Thalibin, Desa Rancabango, Kecamatan Patokbeusi, Kabupaten Subang, Jawa Barat dalam melakukan riset dan pengembangan budidaya Lele Mutiara.

“Kalau nyari orang pintar gak terlalu sulit, tapi nyari orang jujur susah. Gudangnya orang jujur dan amanah ada di Pesantren,” ujar Toleng, begitu dia akrab disapa.

Dia juga menyampaikan, riset dan pengembangan yang dilakukan di bidang perikanan dengan menggandeng pesantren akan berdampak positif untuk perkembangan ekonomi. Karenanya, jika itu sukses, maka santri akan punya sektor usaha yang bisa langsung digarap saat pulang dari pesantren.

“Ini contoh yang baik. Harus ditiru oleh lembaga-lembaga lain dengan menggandeng pesantren. Kebutuhan gizi santri juga bisa terpenuhi dengan baik,” ujar politisi PKB itu.

Dia juga menyampaikan, PKB merupakan salah satu partai yang konsen mengawal santri dan pesantren. Oleh karenanya, dia meyakini lembaga yang menggandeng pesantren akan mendapat manfaat yang besar.

“Doa dari para santri dan kiyai akan membawa keberkahan. Pendidikan karakter yang selama ini dikembangkan oleh pemerintah juga sejatinya ada di pesantren,” pungkasnya.

Sebelumnya, Proses penebaran benih dilakukan oleh perwakilan BRPI KKP Ketua Kelompok Koordinator Penelitian Komoditas Ikan Lele Bambang Iswanto dengan Ketua Yayasan Minhajut Thalibin KH Machfudz Romly, pada Kamis (2/4/2020) lalu.

Untuk tahap awal, kolam yang dibuat dengan metode bioflok itu dibuat empat kolam dengan masing-masing kolam diisi 1.500 bibit, maka jumlah seluruhnya sekitar 6.000 bibit. Untuk waktu panen diperkirakan dua bulan ke depan.

Redaksi