
Karawang, beritatandas.id – Semangat gotong royong dan empati sosial di Desa Klari, Karawang, kembali membara berkat inisiatif mulia dari aparat keamanan.
Program renovasi rumah tidak layak huni (Rutilahu) yang diprakarsai oleh Bhabinkamtibmas Desa Klari, Aiptu Jamaludin (Anggota Polsek Klari, Polres Karawang), sukses mengubah kehidupan Mak Emi (70).
Rumah Mak Emi di Dusun Krajan kini berdiri kokoh, menjadi rumah kelima yang berhasil direnovasi di Desa Klari melalui program sosial Aiptu Jamaludin.
Aiptu Jamaludin menjelaskan bahwa program ini muncul dari keinginan kuat untuk menumbuhkan rasa empati.
“Alhamdulillah. Saya punya program dengan memprakarsai merenovasi rumahnya Mak Emi. Dan Mak Emi ini adalah rumah renovasi yang kelima di Desa Klari.”kata Aiptu Jamaludin saat dilokasi pada Sabtu (27/12/2025).
Ia mengakui bahwa meskipun pemerintah memiliki program Rutilahu, seringkali terhambat oleh aturan administrasi.
“Dalam pemerintah ada program Rutilahu, hanya kami ingin membangun rasa empati warga yang mampu ke warga yang membutuhkan,” jelasnya.
“Program Rutilahu terkendala dengan beberapa aturan, (misalnya) masyarakat yang tidak punya sertipikat, kadang tinggal di Pengairan.”
Gagasan ini terlaksana berkat kerja sama erat dengan Pemerintah Desa (Pemdes) dan warga. Aiptu Jamaludin mengajak semua pihak untuk bahu-membahu.
“Tentunya gagasan ini bekerja sama dengan Pemdes dan warga Desa Klari,” ujarnya.
Masih katanya, membantu merenovasi warga dan ini juga bagian dari membantu pemerintah yang tidak ter-cover.
“Mari kita bantu masyarakat kita, saling membantu, yang mampu bantu yang tidak mampu,” tandasnya.
Keberhasilan program ini mendapat apresiasi tinggi dari Kepala Desa Klari, Aan Anengsih. Ia sangat berterima kasih atas aksi nyata yang dilakukan aparat kepolisian.
“Alhamdulillah rumah Mak Emi sudah dibangun, Terima kasih saya juga kepada Bapak Pembina Polri (Aiptu Jamaludin) yang selalu action dalam pembangunan rumah Emi, meski belum 100%,”katanya.
Kades Aan Anengsih juga menyoroti peran penting dari aparatur desa dan masyarakat dalam menyukseskan renovasi ini.
“Dan tak lupa kepada Pak Wakil, Pak RT, Pak RW yang selalu men-support kegiatan pembangunan rumah ini. Mudah-mudahan jadi bermanfaat dan berkah bagi Mak Emi dan diberikan kesehatan,” tambahnya.
Ia bangga melihat semangat persatuan di wilayahnya yaitu “Gotong royong tidak hilang dan masih kental masyarakat berswadaya.”
Pembangunan rumah Mak Emi ini menjadi monumen nyata bahwa sinergi antara aparat, pemerintah desa, dan warga mampu mengatasi keterbatasan birokrasi dan menciptakan perubahan positif yang menyentuh hati. (Lex)