
KARAWANG, beritatandas.id – Wacana penyegaran kepemimpinan mencuat di Desa Darawolong, Kecamatan Purwasari, Kabupaten Karawang. Sejumlah warga mendorong agar segera digelar Pemilihan Antar Waktu (PAW) kepala desa, menyusul kondisi kepala desa yang sudah lama sakit sehingga pelayanan masyarakat dinilai terganggu.
Salah satu tokoh masyarakat, Nana, menyampaikan aspirasi itu saat ditemui awak media, Kamis (11/9/2025). Menurutnya, usulan tersebut telah disampaikan kepada Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Darawolong untuk ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.
“Permasalahan ini kami pasrahkan sepenuhnya kepada BPD, sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku. Jangan sampai ada langkah yang melenceng dari ketentuan, baik peraturan bupati maupun Kemendagri,” tegas Nana.
Ia menilai perubahan kepemimpinan penting demi meningkatkan kualitas pelayanan publik. Pasalnya, sejumlah urusan administrasi desa, seperti penandatanganan Surat Pertanggungjawaban (SPJ), tidak bisa diwakilkan.
“Hal-hal seperti itu harus diperbaiki. Kami ingin ke depan pelayanan desa lebih baik dan tidak mengulangi kesalahan yang sudah terjadi sebelumnya,” tambahnya.

Nana juga mengingatkan agar distribusi bantuan untuk warga benar-benar tepat sasaran. “Kalau dulu ada bantuan yang tidak sesuai, ke depan harus diperbaiki. Jangan sampai masyarakat yang berhak malah tidak mendapatkan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua BPD Darawolong, Agus Faisal, membenarkan bahwa aspirasi warga sudah ditindaklanjuti melalui Musyawarah Desa (Musdes). Dari hasil musdes, keputusan kemudian diserahkan ke bupati melalui kecamatan.
“Untuk saat ini, BPD tinggal menunggu keputusan resmi dari bupati. Kami hanya menyampaikan hasil musdes sesuai dengan aturan yang berlaku. Harapan kami, apa pun keputusan nanti bisa menjadi jalan terbaik untuk Desa Darawolong,” kata Agus.
Agus menambahkan, musdes tersebut dihadiri sekitar 90 perwakilan masyarakat yang terdiri dari tokoh agama, tokoh pemuda, dan tokoh masyarakat. Mayoritas peserta menginginkan adanya perubahan dalam struktur pemerintahan desa.
“Masyarakat ingin adanya perubahan. Apalagi kondisi kepala desa sudah sakit cukup lama, hampir satu setengah tahun,” jelasnya.
Penulis: Jauhari
Editor: Joe