Dianggap Membahayakan, Husni Thamrin Komisi III DPRD Bekasi Bakal Panggil PT. Pertamina

beritatandas.id, KABUPATEN BEKASI – Kembali warga Kampung Penyambungan cabang dua RT. 11/04 desa lengah sari kecamatan  Cabang bungin dibuat resah dan cemas, lantaran Ulah PT . Pertamina ( Perusahaan BUMN ) yang telah mengabaikan kesepakan bersama antara Anggota Dewan (DPRD Komisi 3), Unsur Muspika, Kades dan masyarakat sekitar, Terkait perbaikan Pipa Pertamina yang bocor yang di tengah Persawaham Warga.

Dari pantauan awak media di lokasi pipa bocor,  Masyarakat setempat mulai merasakan  keresahan terkait ada nya pipa bocor lagi -bocor lagi  yang sudah terhitung ke lima kali nya dan terkait penanggulangan pipa bocor tersebut pihak pertamina terkesan tidak serius, Saya minta  pihak pertamina segera ambil tindakan yang lebih serius di khawatir kan ini lagi musim panen takut nya petani membakar jerami di takutkan meledug.

“Lha, iya, Kami warga was-was ada pipa di Sawah Bocor takut mledug, Tolong Pertamina jangan bohongin  warga, Janji perbaikan pipa bocor terkesan cuek dan masa bodo,”  ujar H. Harja (52)  warga kampung penyambungan Cabang dua.Kamis (29/10).

” Saya akan panggil pihak Pertamina,kita minta penjelasan sedetail mungkin, kalau memang mereka membohongi kita dan para anggota dewan DPRD kabupaten Bekasi , berarti mereka membohongi masyarakat Bekasi , sedangkan mereka beroperasi di wilayah kabupaten Bekasi,” Tegasnya.

Secara tehnis ini ada sesuatu yang tidak sesuai dengan kelayakan ,karena kalau memang sesuai ini tidak mungkin dalam beroperasi satu tahun sudah terjadi kebocoran yang ke lima kali,” Pungkasnya.

Sama hal yang dikatakan Mustakim bahwa, akan tindak lanjuti laporan masyarakat, dan dewan komisi 3 akan panggil pihak Pertamina dan dirinya sudah menghubungi pihak hubungan masyarakat ( HUMAS ) pertamina ibu Hesti.

” Saya akan tindak lanjuti laporan ini,Kemarin pas rapat sudah Disampaikan pipa enggak di pakai lagi, kita akan panggil secepatnya, Pihak Pertamina Camat dan kepala desa lenggah sari
Kita tunggu aja nanti secara resmi kita panggil,” tegas Mustaqim Anggota Komisi 3 DPRD Kabupaten Bekasi.

Sementara camat cabangbungin Asep Buchori, geram ,ada kelalaian fungsi pengawas Pertamina , sehingga terjadi kebocoran yang ke 5 kali dalam satu tahun dan tidak menutup kemungkinan akan bocor kembali.

” harapan saya agar diperbaiki sebaik-baiknya,kalau memang harus diganti ya diganti,jangan sampai ada kebocoran kedua ketiga dan sampai ke enam kalinya,”tegas Asep Buchori.

Pastikan tidak akan terjadi seperti ini lagi ,dan kita perlu jaminan dan kepastian,kepastian itu bukan sekarang saat di perbaiki,jadi menurut saya pihak Pengawasan Pertamina kurang di awasi ,jadi kalau mau cari untung jangan cari untung nya doang,” Kelakar Asep Buchori.

Terpisah kades lenggahsari Suherman menegaskan” kalau melihat seperti ini ,tidak menutup kemungkinan terjadi kebocoran lagi, karena ini sudah yang  ke 5 kali kebocoran dalam satu tahun 2020,tapi banyak Pertamina dimana mana tapi tidak seperti di desa ini ,apakah pipanya Abal Abal dan saya juga belum persis mengetahui nya,” ucap Suherman.

 

Reporter : Abidin