
BANDUNG, beritatandas.id – Ratusan tenda berjejer rapi di tengah rindangnya Kebun Pinus, Kabupaten Bandung Barat. Riuh suara yel-yel dan sorak semangat warga belajar menandai dimulainya Gema Tunas PKBM-SKB ke-IV Tingkat Provinsi Jawa Barat, yang digelar pada 3–5 Oktober 2025.
Ketua Forum Komunikasi PKBM Jawa Barat, Heru Saleh, M.Pd, menyebut kegiatan tahunan ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan wadah strategis untuk mengasah minat, bakat, pengetahuan, dan keterampilan warga belajar nonformal yang tergabung dalam Saka Widya Budaya Bakti (SWBB).
“Melalui Pramuka, warga belajar ditempa menjadi pribadi yang tangguh, disiplin, mandiri, serta memiliki kepemimpinan dan solidaritas. Inilah penyeimbang dari pembelajaran formal yang lebih banyak berorientasi pada pengetahuan dan keterampilan teknis,” ujar Heru.
Heru juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak dan sponsor yang telah mendukung penuh kegiatan ini hingga dapat terlaksana dengan meriah.
Acara akbar tersebut dihadiri oleh jajaran penting, mulai dari Kwarcab Kabupaten Bandung Barat, Ketua Komisi IV DPRD, Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota se-Jawa Barat, BBGTK, BBPMP, hingga LP Ma’arif NU. Tidak kurang dari 2.000 peserta ikut ambil bagian, dengan antusiasme yang luar biasa.

Menurut panitia, Pramuka memiliki peran vital dalam pendidikan karakter warga belajar. Ada beberapa alasan mengapa kegiatan ini dianggap signifikan:
Menyenangkan kegiatan, Pramuka dikemas penuh keceriaan sehingga mudah diterima peserta.
Mengoptimalkan otak kanan, Pramuka menjadi ruang kreatif dan imajinatif, berbeda dari kelas formal yang dominan otak kiri.
Melatih mental tangguh, nilai-nilai Dasa Dharma Pramuka seperti disiplin, berani, loyal, dan bertanggung jawab, menjadi bekal hidup warga belajar.
Melalui ajang ini, penyelenggara berharap lahir generasi warga belajar yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara sikap dan perilaku.
“Gema Tunas PKBM IV ini adalah momentum penting untuk meneguhkan peran Pramuka sebagai wahana pembentukan karakter warga belajar nonformal di Jawa Barat,” tegas Heru.
Reporter: Jauhari
Editor: Joe