Kekeringan, Ketua F-PKB Desak Pemerintah Buat Satgas Penanganan Air

beritatandas.id, CIREBON – Memasuki musim kemarau di tengah masa adaptasi kebiasan baru (AKB) akibat Pandemi Covid-19, para petani yang berada di wilyah Pantai Utara Jawa Barat kini menghadapai ancaman kekeringan.

Diketahui sedikitnya 1.300 hektare lahan padi di Kecamatan Kadunghaur, Kabupaten Indramayu itu sudah terancam mati akibat kekurangan air. Kondisi terparah terjadi di 4 desa, masing-masing Karanganyar, Karangmulya, Wirakanan, dan Wirapanjunan.

Untuk mengatasi itu, setiap 5 hari sekali air dialirkan dari Bendung Rentang, Kabupaten Majalengka. Sayangnya, air itu harud dibagi dengan 4 kecamatan lain di Kabupaten Indramayu, yakni Gabuswetan, Kandanghaur, Losarang, dan Terisi.

Akibatnya, petani di Kandanghaur tak menerima air sebab disinyalir sudah banyak disedot sepanjang perjalanan. Dia menyebutkan, mulai saluran irigasi BT17-BT21 terdapat setidaknya 200.

Menyikapi kejadiaan itu Ketua Fraksi PKB DPRD Jawa Barat Sidkon Djampi mendorong agar pemerintah Provinsi Jabar menjembatani pemerintah terkait untuk mencarikan solusinya.

“Keberlangsung para petani harus berjalan, apalagi saat ini kita mengalami kerisi kesehatan akibat Covid-19 kita juga tengah diancam emergency ekonomi,” ujarnya.

Upaya yang mesti dilakukan tutur Sidkon atas rekomendasi para petani pertama membuat satgas pengamanan air, yang terdiri dari pemerintah daerah, TNI, Polri, Satpol PP, Dinas PUPR, Dinas Pertanian, BBWS, dan KTNA.

“Fungsinya untuk mengawasi, membagi air dengan rata dan menindak pihaknya yang tidak taat akan aturan pembagian air,” paparnya.

Selanjutnya, Sidkon yang merupakan Anggota DPRD Jabar asal pemilihan, Kabupaten Indramayu, Kota Cirebon dan Kabupaten Cirebon satgas bisa mengidentifikasi secara objektif penyebab kekeringan bahkan penyebab banjir akibat musim penghujan.

“Yang tidak bisa terairi oleh aliran sungai, tapi bisa dijangkau dengan pompa air, maka negara bisa hadir untuk membantu pompa air untuk keberlangsung para petani,” paparnya.

Untuk Jangka panjang Tambah Sidkon, pihaknya akan mendorong pembangunan embung air atau tandon air untuk menampung kelebihan air di Musim hujan Selanjutnya digunakan sebagai sumber irigasi di musim kemarau.

“Solusi jangka panjang pemerintah akan kami dorong untukmengaktifkan situ-situ dan membangun embung air,” pungkasnya.

Redaksi